Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Banyak Jalan Rusak di Matim, Warga: Pemerintah Buat Apa Saja?
Regional NTT

Banyak Jalan Rusak di Matim, Warga: Pemerintah Buat Apa Saja?

By Redaksi18 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi jalan Watu Ci’e-Deno yang memprihatinkan
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Pembangunan infrastruktur jalan raya di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) masih jauh dari harapan masyarakat. Infrastruktur sebagai pendukung perekonomian masyarakat rusak di mana-mana. Pemerintah dinilai lamban memperbaikinya.

Demikian disampaikan, Paulus Sumar, tokoh muda asal Poco Ranaka kepada VoxNtt.com, Selasa (17/4/2017).

Dia mengatakan, pemerintah dan DPRD Matim lemah dalam menanggapi kebutuhan masyarakat akan infrastruktur jalan yang baik.

“Kondisi jalan tidak ada perubahan dari tahun ke tahun. Pemerintah buat apa saja?,” ujar Paul.

Dikatakan Paul, buruknya kondisi jalan di Matim seharusnya menjadi prioritas pemerintah dan DPRD Matim.

“Sebagai contoh, jalur Watu Ci’e-Deno sudah lama rusak parah. Hingga saat ini belum ada kabar untuk perbaiki jalan ini. Padahal jalannya banyak berlubang,” katanya.

Lanjut Paul, tidak hanya jalan yang berlubang, di jalur Watu Ci’e-Deno juga sudah banyak deker yang jebol dan jembatan yang ambruk.

“Baru-baru ini sebuah mobil bemo yang ditumpangi warga nyaris masuk jurang. Untung saja masih bisa diselamatkan dan tidak ada korban jiwa,” tukasnya.

Selain itu, kata Paul, akibat jalan rusak, tarif angkutan dari Kampung menuju kota menjadi mahal. Untuk menjual hasil bumi juga sangat sulit. Hal itu dikarenakan masih ada kampung yang belum bisa dimasuki kendaraan roda empat.

Belum lagi ada pasien dari kampung yang dirujuk ke rumah sakit.

“Karena kondisi jalan berlubang, untuk sampai di rumah sakit itu lama. Dan akhirnya sampai di rumah sakit kondisinya semakin parah,” ucap Paul.

Untuk jalur Watu Cie Deno, jalan yang rusak parah sekitar 10 km. Hingga kini Pemkab Matim belum juga memperbaikinya.

“Yang paling parah itu dari Menge sampai Deno. Itu motor dan mobil bemo sulit bahkan tidak bisa lewt. Padahal ini jalur vital dari beberapa desa menuju Ruteng dan Borong,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan Pemkab Matim belum berhasil dikonfirmasi terkait kondisi jalan raya yang rusak parah tersebut. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleDi Puncak Vila Alam Flores JHRC Jalani Latihan ke-73
Next Article Menyoal Lele Tuak Dula untuk Lebu Raya

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.