Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Tuntut Tangkap DPRD Calo Proyek, Aktivis PMKRI Demo Polres Sikka
HEADLINE

Tuntut Tangkap DPRD Calo Proyek, Aktivis PMKRI Demo Polres Sikka

By Redaksi20 April 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para aktivis PMKRI Cabang Maumere saat menggelar aksi di halaman Polres Sikka, Kamis (20/4/2017)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Puluhan aktivis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Maumere melakukan demonstrasi ke Polres Sikka, Kamis (20/4/2017).

Mereka menuntut agar polisi segera menangkap oknum anggota DPRD Sikka yang diduga menjadi calo proyek.

Ketua PMKRI Maumere, Martinus Laga Muli dalam orasinya mempertanyakan kelanjutan proses hukum atas kasus yang dihembuskan Sekretaris Gapensi, Paul Papu kepada media beberapa waktu lalu tersebut.

“Polres Sikka tidak menanggapi serius kasus tersebut,” ujarnya.

Padahal menurutnya, isu tersebut berkaitan dengan pejabat publik. Isu 7 oknum DPRD Sikka sebagai papalele proyek erat kaitannya dengan penyalahgunaan wewenang oknum yang dimaksud sebagai pejabat publik.

Oleh karenanya, PMKRI menuntut agar pihak Polres Sikka segera menangkap oknum anggota DPRD yang diduga sebagai calo proyek.

“Kami tuntut pihak kepolisian agar segera menangkap dan menahan oknum DPRD Sikka selambat-lambatnya 1×24 jam,” tegas Martinus.

Martinus mengklaim tuntutan ini merupakan bentuk dukungan atas Polres Sikka yang sebelumnya telah menyatakan akan menelusuri dan mengidentifikasi persoalan tersebut.

“Belum cukup kah bukti? Belum cukupkah pengakuan dari para korban?” ujarnya.

Para demonstran tersebut selanjutnya diterima oleh Kapolres Sikka, AKPB I Made Kusuma beserta staf. (Are De Peskim/VoN)

Sikka
Previous ArticleTarung di Pilgub NTT, Ini Motif Robert Marut
Next Article Terkait Oknum DPRD Sikka Calo Proyek, Kapolres Sebut Belum Ada Bukti Kuat

Related Posts

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026

Gubernur NTT Minta Penyaluran KUR Tepat Sasaran untuk Masyarakat Miskin

19 Februari 2026

Sehari Hari Hilang, Seorang Nelayan di Maumere Ditemukan Tewas

18 Februari 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.