Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Anggota DPRD Mabar Pertanyakan Proyek Momol- Wae Ncuring
Regional NTT

Anggota DPRD Mabar Pertanyakan Proyek Momol- Wae Ncuring

By Redaksi21 April 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sidang paripurna istimewa penyampaian rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Bupati Mabar 2016, Rabu 19 April 2017
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Anggota DPRD Manggarai Barat (Mabar), Ino Tanla mempertanyakan proyek Jalan lapis penetrasi (lapen) jalan Momol menuju Wae Ncuring di Kecamatan Ndoso senile Rp 3 miliar.

Pasalnya, pada Perda ABPD tahun 2016 lalu anggaran proyek peningkatan jalan Momol-Waning-Wae Ncuring tersebut itu sebesar Rp 5 miliar.

“Saya sudah tiga kali meminta penjelasan  Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mabar saat sidang paripurna terkait dipotongnya anggaran proyek itu, dari anggaran Rp 5 miliar menjadi Rp 3 miliar,’’ ujar Ino Tanla kepada VoxNtt.com, Jumat (21/4/2017).

Hingga saat ini kata Ino Tanla, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar belum menjawab terkait anggaran yang dipotong itu.

Sehingga, pada sidang paripurna istimewa penyampaian rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Bupati Mabar 2016, Rabu 19 April 2017 lalu memasukan persoalan terkait proyek itu di pandangan fraksi Gabungan Keadilan DPRD Mabar.

Menurut Ino Tanla, DPRD bertanya terkait proyek itu untuk mengetahui anggaran Rp 2 miliar yang dipotong  itu dialihkan ke item pekerjaan apa. Namun, sayangnya belum dijawab oleh Pemkab Mabar lebih khususnya Dinas PU.

Selain hilangnya Rp 2 miliar , Ino Tanla  juga sangat menyesal ulah kontraktor yang mengerjakan proyek itu.

Pasalnya, proyek tidak dikerjakan tuntas dan kualitas jalan lapen dan drainase sudah mulai rusak.

“Jalan lapen itu hanya tambal di sejumlah titik ruas jalan, namun, sebagian jalan lapen itu sudah mulai rusak. Begitu juga dengan lantai drainase sebagian sudah rusak,’’ tutur Ino Tanla, anggota DPRD yang berasal dari Ndoso itu.

Sementara itu, Sekretaris Dinas PU Mabar, Ovan Adu mengaku hilangnya Rp 2 miliar anggaran untuk proyek itu lantaran dipotong saat Pemerintah Pusat (Pempus) Tahun 2016 lalu mengeluarkan kebijakan tentang pemotongan anggaran dana DAK.

“Uang itu tidak dialihkan ke tempat lain. Tapi, dipotong oleh Pemerintah Pusat saat itu,’’ ujarnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Yosep Jemali kepada VoxNtt.com menjelaskan, proyek itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016.

Nama proyeknya yaitu  peningkatan jalan Momol-Waning-Wae Ncuring dengan anggaran Rp 3 miliar. Proyek itu dikerjakan oleh CV Golo Bombang, sebuah perusahan yang berasal dari Ruteng Kabupaten Manggarai.

Namun, dalam perjalanan proyek itu tidak dikerjakan sampai tuntas karena pihaknya melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap CV Golo Bombang.

“Kami terpaksa melakukan PHK terhadap kontraktor pelaksana karena pekerjaan tidak tuntas sampai waktu yang telah diberikan,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, kontraktor pelaksana hanya mampu mengerjakan 62 peren. Dia tidak mampu menuntaskan proyek karena cuaca saat itu di wilayah Ndoso sangat tidak mendukung. Seluruh material pekerjaan lapen tidak dapat diangkut ke lokasi proyek.

“Kira-kira jumlah uang yang diterima oleh kontraktor sebesar Rp 1,7 miliar sedangkan sisanya distor kembali ke kas daerah,’’ jelas Yos Jemali.

Seperti diketahui selain DPRD Mabar menyoroti proyek Momol-Waning –Wae Ncuring, DPRD juga menyuruti proyek jalan hotmix senilai Rp 14 miliar pada jalur Datak-Semang-Ndiuk di Kecamatan Welak yang sudah mulai rusak.

Proyek belasan miliar itu dianggarkan melalui APBD II Mabar pada instansi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mabar. (Gerasimos Satria/VoN)

Manggarai Barat
Previous ArticleSebanyak 7.861 Siswa SMP di Manggarai Siap Ikut UN
Next Article Sloja Lestarikan Budaya Manggarai di Yogyakarta

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.