HPI Cabang Mabar mendatangi Kantor Dispar

Labuan Bajo,Vox NTT-Kehadiran Travel Agen wisata liar yang menjamur di Labuan Bajo membuat Perhimpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Cabang Manggarai Barat (Mabar) angkat bicara.

Usai menggelar rapat pengurus HPI Cabang Mabar pada Sabtu 6 April 2017 lalu, pada Senin 8 April 2017 mereka kemudian mendatangi Dinas Pariwisata (Dispar) untuk menyampaikan sejumlah persoalan di sektor Pariwisata.

Persoalan itu yakni agen travel wisata liar yang semakin hari kian menjamur dan persoalan pungutan liar yang dilakukan oleh pengelola Pulau Kanawa.

Dalam pertemuan dengan Kepala Dispar Mabar,Theo Suhardi di ruanganya bersama pengurus HPI, pemerintah setempat membuat tiga keputusan resmi yaitu;

Pertama, setiap tour operator pariwisata yang menjalankan aktivitas di Kabupaten Mabar wajib menggunakan jasa Tour Guide Lokal. Aktivitas itu di bawah naungan DPC HPI Mabar untuk memandu ke destinasi wisata.

Kedua, DPC HPI, ASITA, PHRI diharapkan membantu pemerintah daerah untuk melakukan monitoring dan pengawasan terhadap semua aktivitas kepariwisataan di kabupaten Mabar. Hasilnya dikordinasikan kepada pemerintah daerah melalui Dispar dan Kebudayaan.

Ketiga, terhadap pihak-pihak yang tidak mengindahkan pemanduan wisata berbasis masyarakat sesuai ketentuan dalam Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Kepariwisataan akan dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ketiga rekomendasi itu ditandatangani oleh Kepala Dispar Mabar dengan tembusan disampaikan kepada Bupati Mabar,Ketua DPRD Mabar, Sekertaris Daerah (Sekda) Mabar,Kapolres Mabar,Balai Taman Nasional Komodo (BTNK),Kepala Badan Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Kantor Unit Penyelengara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Labuan Bajo, Kepala Pos TNI Angakatan Laut Labuan Bajo dan kepala Bandara Udara Komodo.

Ketua HPI Cabang Mabar, Sebastian Pandang kepada VoxNtt.com, Senin (8/5/2017) mengapresiasi sikap Dispar Mabar yang proaktif mendengar keluhan mereka terkait persoalan menjamurnya agen travel wisata liar di Labuan Bajo. (Gerasimos Satria/VoN)

alterntif text