Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»PERAWAT»Kabupaten Ngada Rentan dengan Penyakit Kaki Gajah
PERAWAT

Kabupaten Ngada Rentan dengan Penyakit Kaki Gajah

By Redaksi10 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT-Seksi pencegahan dan pengendalian penyakit menular dinas kesehatan provinsi NTT, bersama Dinas kesehatan kabupaten Ngada, menggelar pertemuan sosialisasi filariasis atau penyakit kaki gajah di hotel Korina Bajawa. Kegiatan itu, dihadiri oleh para camat, kepala puskesmas dan stakeholder terkait.

Dalam pemaparannya, dokter Maria Saragih dari dinkes Provinsi menyampaikan bahwa kabupaten Ngada menjadi salah satu daerah endemis filariasis dengan risiko penularan diantara penduduk yang cukup tinggi.

Untuk menghentikan kata dia, penularan filariasis atau penyakit kaki gajah ini ada dua program strategis yanng dilakukan yakni memutus mata rantai penularan dengan propram Pemberian Obat Pencegahan Masal atau OPM.

Program kedua adalah upaya pencegahan serta membatasi kecacatan dengan melaksanakan program penatalaksanaan penderita filariasis.

Sementara itu Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Agung Artanaya dalam pemaparannya menyebutkan saat ini ada 36 kasus filariasis yang terjadi di kabupaten Ngada.

“Jika satu kasus filariasis diprediksi terjadi sepuluh kasus lanjutan yang gejalanya belum nampak”kata Agung.

Untuk itu dinas kesehatan mengagendakan beberapa kegiatan prioritas seperti pemberian obat filariasis selama lima tahun berturut turut, sosialisasi filariasi ke seluruh wilayah di kabupaten Ngada, menentukan pos-pos minum obat di kecamatan.

Dijelaskan, tahun 2016 capaian penduduk sasaran di Ngada yang mengkonsumsi obat filariasis mencapai 84,4 persen dan kecamatan Wolomeze menjadi satu satunya kecamatan yang telah mencapai target pemberian obat hingga seratus persen.

Diharapkan bahwa ada peningkatan kesadaran dan jumlah penduduk yang mengkonsumsi obat filariasis di tahun tahun mendatang hingga tahun 2020.‎ (Arkadius Togo/VoN).

Ngada
Previous ArticleTingkatkan Minat Baca Anak, Pemda TTU Gelar Sejumlah Lomba
Next Article Tim Sergap TNI Minta Bulog Tingkatkan Serapan Padi Petani Mabar

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.