Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Ternyata, Kedua Korban di Hotel Safari Ende Turut Mempromosikan Pariwisata Flores
NTT NEWS

Ternyata, Kedua Korban di Hotel Safari Ende Turut Mempromosikan Pariwisata Flores

By Redaksi25 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pihak Reskrim Polres Ende sedang memasang larangan polisi di tempat kejadian perkara (Foto: Ian Bala)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Berbagai informasi yang dihimpun media ini pada Kamis (25/5/2017), Windya B. Sapnani (32) dan Tubagus Sobar Syakur (23) korban di Hotel Safari Ende juga pelaku pariwisata di Flores.

Kedua yang disebut sahabat sejati ini merupakan travel agen bagi wisatawan baik dalam negeri maupun wisatawan asing.

Alfonsa Horeng, pelaku promosi tenun ikat asal Maumere mengaku sosok Windya dan Sobar sangat berpengaruh terhadap pariwisata di Flores. Sebab, keduanya merupakan guide wisatawan masuk ke Flores.

“Mereka sangat berjasa dengan pariwisata Flores. Mereka mengajak wisatawan untuk berdatangan ke daerah kita. Mereka bekerja sudah lama dan sangat berjasa bagi Flores,”katanya melalui telepon seluler, Kamis malam.

Pelaku pariwisata lain seperti Min Harjan Toya, Tobias Gembira, Muhammad Yamin mengatakan hal yang sama.

Windya dan Sobar merupakan grup travel agen pariwisata. Kedua korban ini juga kerap mengeksplor potensi pariwisata berbagai kabupaten di Flores.

“Hubungan kami sangat familiar. Kami sangat tahu kalau mereka berdua adalah sosok yang berjasa untuk pariwisata Flores. Mereka dua juga sudah dianggap saudara,”kata Min yang diakui Tobias saat bertemu di Mapolres Ende.

Beberapa pelaku pariwisata ini berharap agar masyarakat tidak berpikir negatif terhadap peristiwa tersebut. Sebab, Windya dan Sobar beretika baik dan bergaul tanpa pandang suku, ras dan agama.

“Kami biasa trip bersama. Kami biasa hidup bersama. Jadi, kami harap masyarakat tidak berpikir negatif berlebihan,”pungkas Yamin yang mengaku menyesal kepergian Windya dan Sobar.

Atas nama para pelaku pariwisata, mereka merelakan kepergian kedua sahabat sejati tersebut. Mereka juga berharap agar keluarga menerima musibah yang menimpah kedua korban tersebut.

Baca: Ini Kronologi Penemuan Pria dan Wanita yang Tewas di Hotel Safari Ende

“Mereka bekerja sangat profesional. Saya bilang sangat profesional dalam bidang pariwisata. Kami sangat kehilangan kedua sosok ini,” ujar Yamin di Mapolres Ende pada Kamis malam.

Diberitakan sebelumnya, Windya dan Sobar ditemukan meninggal dunia di Kamar 3 Hotel Safari, Kelurahan Kelimutu Ende Flores pada Rabu (24/5/2017).

Kedua diketahui meninggal setelah pintu kamar dibuka paksa oleh petugas Kepolisian, pihak kelurahan serta pihak hotel.

Jasad Windya dan Sobar kemudian dievakuasi petugas dan dilakukan visum di Rumah Sakit Ende.

Hingga kini belum diketahui penyebab kematian dan pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Kedua jenazah ini akan diterbangkan ke Jakarta melalui Bandara Maumere, Kabupaten Sikka pada Jumat (26/5/2017). (Ian Bala/VoN)

 

Ende
Previous ArticleMarsel Ahang Sebut Osi Gandut Minta Mahar Tanda Tangan SPT
Next Article Ferry Adu: Saya Tidak Benci Wartawan

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.