Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Soal Disparitas Pembangunan di Matim, Niko Martin: Ini Malapetaka Besar
Regional NTT

Soal Disparitas Pembangunan di Matim, Niko Martin: Ini Malapetaka Besar

By Redaksi31 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Niko Martin (Foto: Facebook Niko Martin)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Pegiat Antikiorupsi, Niko Martim menyebut disparitas pembanguan di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) merupakan sebuah malapetaka besar.

Niko Martin mengatakan hal itu saat ditemui VoxNtt.com di kediamannya di Toka-Borong, Selasa (30/5/2017).

Dia mengaku sudah membaca tentang disparitas beberapa paket pembangunan di Matim dari salah satu media online di NTT. Disparitas pembangunan itu sebagaimana sudah ditemukan dalam pansus LKPJ Bupati Manggarai Timur TA 2016.

Menurut Niko, di situ tergambar jelas realitas distribusi anggaran tiap kecamatan. Ada gap yang tajam antara kecamatan yang satu dengan kecamatan yang lain.

Maka bisa dipastikan bahwa anggaran tersebut belum mejawab persoalan mendasar sebagaimana diharapkan masyarakat.

“Ini memang sebuah malapetaka besar bagi daerah ketika pemimpin hanya mementingkan wilayahnya sendiri. Pemimpin benar-benar menjadikan rakyat sebagai alat politik kekuasaannya. Sehingga dalam hal ini, DPRD harus memilki sikap politik yang jelas dan tegas sesuai dengan kewenangan yang ada,” kata Niko.

Baca: Anggota DPRD Matim Sebut Terjadi Disparitas Pembangunan di Matim

Niko menambahkan, pemerintah daerah terdiri dari, bupati/wakil bupati dan DPRD tentunya dengan tugas dan wewenang masing-masing. Mestinya dalam konteks mendistribusikan belanja pembanguan harus ada keseimbangan.

“Tetap seperti kita lihat hasil Pansus,  dominasi bupati sangat luar biasa.  Itu seperti peran tunggal. Di situ sangat distribusi lebih banyk diarahkan di wilayahnya buapti saja. Lalu pertanyaanya, di mana peran wakil bupati ? Mengapa tidak menyuarakan ini. Ini tanggung jawab moral. Bukan urus satu orang saja, tetap urus rakyat banyak,” tegasnya.

“Kita berharap tahun 2017, hal tersebut tidak terulang lagi. Distribusi pembangunan setiap wilayah harus ada keseimbangan. Pembangunan harus berdasarkan asas keadilan sosial,” tambah Niko. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleJalan Elar-Lempang Paji Rusak Parah, Ini Tanggapan Dinas PU Matim
Next Article DPRD Mabar Belum Sepakat Untuk Tambah Dana TdF

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.