Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Dijanjikan Listrik di Setiap Pemilu, Hedung Masih Gelap Gulita
HEADLINE

Dijanjikan Listrik di Setiap Pemilu, Hedung Masih Gelap Gulita

By Redaksi5 Juni 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Toni saat menemani adik perempuannya belajar
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT– Meski terletak di pinggiran kota Maumere, 40-an Kepala Keluarga (KK) yang berdiam di Kampung Hedung sampai saat ini belum bisa menikmati listrik. Kesempatan tersebut sering dimanfaatkan oleh sejumlah politisi dengan menjanjikan listrik pada setiap momen Pemilu maupun Pilkada.

Salah satu pemuda yang ditemui VoxNtt.com, Selasa (30/5/2017), Agustinus Toni (26) mengatakan masyarakat di Hedung selama ini merasa dianaktirikan. Pasalnya, masyarakat di sekitar mereka atau pun yang jauh dari Maumere sudah bisa menikmari listrik sementara mereka masih harus mengandalkan pelita.

“Setiap kali ada Pemilu mereka datang janji mau berjuang tetapi sampai saat ini belum juga. Sampai ada anggota DPRD kita punya orang sendiri juga sama saja,” ujar Toni.

Menurutnya, tanpa adanya listrik anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah kesulitan belajar atau mengerjakan tugas di malam hari. Kehadiran listrik nantinya juga akan menunjang masyarakat untuk mengembangkan usaha.

Sejalan dengan Toni, tokoh muda Habi, Petrus Aul Sobalokan (32) menegaskan sejak Indonesia merdeka dan sejak Sikka menjadi daerah otonom Hedung masih gelap gulita. Ia mempertanyakan keberpihakan pemerintah dan wakil rakyat yang selama ini mengabaikan hak masyarakat atas listrik.

“Selama puluhan tahun listrik masuk Hedung hanya jadi mimpi sementara kekuasaan terus berganti. Ini hak dasae san kita harus tegas ke depannya,” ujar advokat TPDI ini kepada VoxNtt.com di kediamannya, Selasa (30/5/2017).

Kampung Hedung termasuk dalam wilayah Dusun Habigahar, Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka. Total jumlah keluarga di perkampungan tersebut sebanyak 46 kepala keluarga. Kurang lebih 8 keluarga rumah telah memanfaatkan listrik yang ditarik dari tetangga terdekat yang telah dimasuki jaringan listrik.

Kepala Desa Habi, Maria Nona Murni kepada VoxNtt.Com pada Jumat (2/6/2017) menerangkan bahwa pihaknya telah berupaya memperjuangkan akses listrik bagi warga Kampung Hedung. “PLN sudah lakukan survei hanya menunggu waktu saja. Sudah pasti akan dikerjakan,” ujarnya. (Are De Peskim/VoN)

Sikka
Previous ArticleWarga Desa Mukureku Ende Minta Pemda Siapkan Tenaga Medis
Next Article Saya Indonesia, Saya Pancasila

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.