Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Operasi Pekat, Polres Mabar Temukan Pasangan Selingkuh di Hotel Sunrise
Regional NTT

Operasi Pekat, Polres Mabar Temukan Pasangan Selingkuh di Hotel Sunrise

By Redaksi7 Juni 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT-Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat (Mabar) menggelar Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat), Selasa (6/6/2017) malam, di sejumlah kos-kosan, tempat hiburan dan hotel di Kota Labuan  Bajo.

Disaksikan media ini, Polres Mabar menurunkan puluhan personil dari berbagai satuan di Polres Mabar. Operasi dipimpin langsung oleh Kepala Satuan (Kasat) Narkoba, IPTU Moses Langgut dan Kasat Sabara, IPTU Markus Malik.

Operasi ini mulai dilakukan pada pukul 23. 25 WITA hingga pukul 02. 00 dini hari.

Di Niki PUP, tim operasi menemukan sejumlah pengunjung yang tidak membawa kartu identitas seperti Kartu Tanda Penduduk dan surat keterangan penduduk lainnya.

Kepada pegunjung yang tidak membawa identitas itu, Kasat Sabara meminta agar mereka kembali ke rumahnya serta menyarankan agar kartu identitas selalu dibawah.

Di Hotel Sunrise Labuan Bajo, Tim Operasi menemukan pasangan selingkuh dengan identisas J (46) asal Merombok, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo dan LS (39) asal Bali. Pasangan itu ditemukan sedang berduaan di salah satu kamar Hotel Sunrise. Dalam ruangan itu, polisi menemukan sejumlah Kondom.

Berdasarkan pengakuan LS (39) dia tiba di Labuan Bajo pada 29 Mei 2017 lalu, setelah sebelumnya bekerja di salah satu kedai kopi di Denpasar, Bali.

Sementara,  J (46), laki-laki yang mengaku berprofesi petani itu mengaku

dirinya baru bertemu LS serta tidak mengetahui asal-usul LS.

Usai di data Polisi, J disarankan agar segera meninggalkan hotel dan kembali kerumahnya yang berlokasi di Merombok.

Seperti diketahui operasi Pekat tahun 2017 dimulai pada 25 Mei 2017 dan berakhir pada Rabu, 7 Juni 2017. (Gerasimos Satria/VoN)

Manggarai Barat
Previous ArticlePersekusi dan Kesadaran Hukum
Next Article Tanam Kopi Arabika, Cara Petani HKM Flotim Lindungi Serindit Flores

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.