Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Bupati Nagekeo Bantah Setujui Rakor Tutup Tanam di Mbay
Regional NTT

Bupati Nagekeo Bantah Setujui Rakor Tutup Tanam di Mbay

By Redaksi10 Juni 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Elias Djo, Bupati Nagekeo (Foto: sergapntt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Bupati Nagekeo, Elias Djo membantah telah menyetujui rapat koordinasi (rakor) tutup tanam sekuder satu di persawahan Mbay.

Menurut Djo, rakor pergantian tanaman di persawahan Mbay yang kabarnya sudah dilakukan Dinas Pertanian Nagekeo bersama para pengurus P3A di Kilometer I pada 8 Juni 2017 lalu, belum mendapatkan persetujuannya sebagai bupati.

Rakor itu dalam rangka bersosialisasi pergantian tanam jagung dari padi.

“Saya juga bingung katanya sudah ada persetujuan dari saya, terkait tutup tanam. Siapa yang pernah ketemu saya,” tampik Djo saat ditemui VoxNtt.com di sela-sela kunjungannya di Pabrik Garam Beryodium Nggolonio, Jumat (9/6/2017).

Dia berjanji akan segera memanggil Kepala Dinas Pertanian Nagekeo. Sebab, berdasar informasi bahwa rakor tersebut dilakukan setelah ada persetujuannya sebagai bupati.

“Saya sama sekali belum ada persetujuan,” kata Djo.

Dia menegaskan, sangat menerima sistem putus tanam untuk memutuskan mata rantai penyakit padi yang selama ini dikeluhkan petani.

Namun, keputusan tersebut harus melalui kajian yang matang. Tidak boleh ada upaya pemaksaan kepada petani, karena akan berdampak besar.

Terpisah, Lukas Li salah seorang petani asal Aeramo kepada VoxNtt.com mengatakan, rakor bersama para petani tersebut diduga atas paksaan dari Dinas Pertanian Nagekeo.

Apalagi saat ini ada petani yang baru mulai menanam padi di sawah mereka.

“Kalau tutup tanam yang jelas kan petani akan mengalami kerugian yang besar. Apalagi kalau mau tutup tanam, harus tanam jagung. Syukur kalau tanahnya cocok untuk tanam jagung,” tukas Lukas.

“Kalau kami di Aeramo, rata-rata areal sawah tidak bisa tanam jagung. Kalau tanam jagung, dia akan kerdil dan batangnya tidak ada, dan itu kami sudah pernah coba,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Nagekeo Woli Lena saat dihubungi media ini mengaku masih sibuk, belum bisa melayani konfirmasi wartawan.

“Maaf saya masih sibuk karena mau ketemu bupati,” katanya singkat. (Arkadius Togo/VoN)

Nagekeo
Previous ArticleBKH Mendaftar ke PKPI, Yan Mboik: Pak Benny Pernah Menyelamatkan Partai Ini
Next Article Kades Waling Minta Kasus Raskinnya Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.