Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»SDK Rangang Nasibmu Kini
Feature

SDK Rangang Nasibmu Kini

By Redaksi16 Juni 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi SDK Rangang saat musim hujan (Foto: Dok Cyprian Guntur)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Manggarai, Vox NTT-Baru saja guyuran hujan menggenangi  halaman depan gedung reot itu. Gedung tua termakan usia itu memiliki dua ruangan kelas. Nyaris tanpa dinding, gedung tua yang masih tersisa beberapa papan itu mulai rapuh.  

Atapnya pun sudah karatan dan berlubang. Beberapa balok penahan atap mulai keropos.  Dalam ruangan kelas terlihat meja dan kursi siswa berantakan. Separuh papan tulis terpancang di depan sebuah ruangan kelas. Hanya separuh saja berfungsi karena sebagiannya berlubang.

Kondisi ruang kelas SDK Rangang (Foto: Dok Cyprian Guntur)

Litani kepiluan diperpanjang dengan tiadanya toilet sekolah. Ketika hendak buang air besar dan kecil, para siswa harus lari ke sungai dekat sekolah atau ke hutan.

Itulah potret salah satu gedung Sekolah Dasar Katolik (SDK) yang terletak di kampung Rangang, Desa Pong Kolong Kecamatan Macar Paca, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

SDK Rangang  adalah Sekolah milik Yayasan Sukma Pusat Keuskupan Ruteng. Sekolah ini berdiri tahun 1968. SK Izin operasionalnya tanggal 1 Januari 1968 dengan SK operasional nomor 04/ BUPATI KDH/ 1968.  

Sekolah yang akan merayakan pesta emas pada tahun 2018 ini terbilang udik. Akses jalan menuju sekolah ini sangat sulit. Akses komunikasi pun sulit. Demikian juga penerangan.

Para siswa tidak bisa belajar malam karena tiadanya listrik. Mereka masih menggunakan lampu pelita pada malam hari. Walaupun ada listrik, itu hanya beberapa rumah yang mampu membeli gencet.

Topografi dan medan curam membuat banyak orang luar sulit menjangkau sekolah ini. Jalan terjal, licin-berlumpur serta menanjak menambah keengganan orang untuk mengunjungi sekolah ini.  SDK Rangang dikelilingi oleh gunung dari segala arah mata angin. Itu juga yang menyebabkan para petani dari kampong Rangang desa Pong Kolong ini sulit menjual hasil panenannya.

Secercah Harapan

Di balik kisah lamentasi yang panjang masih ada secercah harapan.  Para siswa dan guru tetap giat dalam proses belajar-mengajar. Seolah-olah mereka melupakan kondisi serba sulit ini.

Sudah banyak output dari sekolah ini yang sudah menduduki posisi strategis baik di level kabupaten maupun provinsi. Banyak juga prestasi yang diukir, baik secara akademik maupun vocasional skills lainnya.

Sebagai lembaga yang bergerak di bidang humanitarian, Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI), juga mensponsori beberapa siswa di SDK Rangang.

Melalui hibah sponsorship dari Negara Korea, Yayasan GNI membantu siswa SDK Rangang dengan membuat MCK. Selain itu Yayasan GNI memfasilitasi beberapa anak dari sekolah ini sebaga anak sponsor.

Kepada anak sponsor, GNI menyumbangkan pakaian seragam, tas sdan alat tulis sekolah. Untuk menghindari terjadinya putus sekolah, GNI melakukan program home visit, berupa mengunjungi orang tua anak sponsor. Tujuan dari kunjungan ini untuk mensosialisasikan kepada orang tua tentang pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka.

Untuk mengetahui profile siswa, GNI melakukan Annual Progress Report berupa kegiatan pendataan/sensus kepada para siswa sponsor.  

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenal lebih dalam tentang keberadaan siswa-siswi, termasuk mengenal bakat dan minat mereka serta keadaan orangtuanya .  Dan untuk menjaga hubungan silaturahmi atara anak-anak sponsor dan sponsor mereka di Korea, GNI memfasilitasi kegiatan Annual Child Letter, yaitu sebuah aktivitas menulis surat kepada sponsor mereka di Korea Selatan. Selain itu GNI juga membagikan susu dan biscuit kepada siswa-siswi sponsor. (Kontributor: Cyprian Guntur/VoN)

Catatan Redaksi: Penulis adalah peminat social worker-peminat sospolek, berdomisili di Leda-Ruteng Manggarai.

Manggarai Barat
Previous ArticleMau Nyogok Polisi, Pemuda Ini Malah Kena Gaplok
Next Article PLN Ruteng Beri Bingkisan Paket Sembako dan Uang untuk Anak Yatim

Related Posts

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.