Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Warga Ranaka Matim Kesulitan Air Bersih
HEADLINE

Warga Ranaka Matim Kesulitan Air Bersih

By Redaksi20 Juni 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi krisis air (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Warga Ranaka, Desa Compang Laho, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) kesulitan mendapatkan air bersih.

Air untuk keperluan memasak dan minum, masyarakat harus mengambil dari sumber mata air dan sumur. Jarak yang ditempuh dari permukiman ke mata air sekitar 1 hingga 2,5 kilometer.

Puluhan keluarga di daerah itu mengalami krisis air bersih karena tidak ada sumber terdekat. Mereka mengandalkan air sumur dan hujan untuk keperluan mandi dan memasak.

Kondisi tersebut berlangsung puluhan tahun, sejak pindah dari kampung induk.

Stefan Dolan, warga Ranaka kepada VoxNtt.com, Selasa (20/6/2017), mengatakan saat musim hujan.

warga menampung air hujan dengan drum atau kaleng bekas cat melalui pipa yang langsung disambung ke atap rumah.

“Air hujan tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih selama dua sampai tiga hari saja,” kata Dolan.

Dikatakan Dolan, selama puluhan tahun warga Ranaka kesulitan air bersih. Terkadang, saat mereka mengandalkan hujan, air menjadi keruh karena disimpan lama.

“Kami mengambil air tiga kali setiap hari, pagi, siang, dan sore. Setiap kali mengambil air sampai empat jerigen masing-masing ukuran 10 liter,” kata Dolan.

Atas kondisi itu, Dolan dan warga Ranaka lainnya berharap kepada pemerintah, baik desa maupun Kabupaten Matim agar mendatangkan air minum bersih.

“Sedih sekali. Terpaksa kami harus timba air sumur yang terkadan kotor dan bau. Pemerintah tolong kami dulu. Kami ingin menikmati air bersih,” kata Dolan. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleDPRD Ende Usul Anggaran Tour de Flores Optimalkan Desa Wisata
Next Article Warga Puni Desak Pemkab Manggarai Hentikan Penggusuran

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.