Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Demi TdF, Pemkab Manggarai Habiskan Miliaran Rupiah
Ekbis

Demi TdF, Pemkab Manggarai Habiskan Miliaran Rupiah

By Redaksi3 Juli 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga sedang menyaksikan TdF 2016 lalu (Foto: Floresa.co)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Demi mengikuti Tour de Flores (TdF) 2017, Pemerintah Kabupaten Manggarai rela menghabiskan uang daerah sebesar Rp 1.023.000.000.

Uang sebanyak itu digunakan untuk membiayai sejumlah item kegiatan TdF etape kelima di Ruteng, seperti pembelian alat race, akomodasi, hotel dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Namun, dari anggaran sebesar itu, yang baru tersedia dalam APBD Induk 2017 sebesar Rp 497.000.000. Berarti, terjadi kekurangan dana sebesar Rp 526.000.000 untuk bisa mencapai target Rp 1.023.000.000 sebagaimana diminta Yayasan Alsemat sebagai event organizer (EO) TdF.

Baca: Pemkab Manggarai Sebut Dampak TdF Tidak Signifikan

“Kurangnya itu nanti akan diajukan lagi dalam (APBD) Perubahan 2017,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai, Klemens Nggangga kepada VoxNtt.com, Senin (19/6/2017) lalu.

Namun, ia mengaku ketersediaan dana yang cukup besar tersebut tak berdampak signifikan terhadap pertumbuhan sektor pariwisata di Manggarai. Hal itu diketahuinya dari penyelenggaraan TdF 2016 lalu.

“Ada pengaruhnya, tapi tidak signifikan,” ujarnya.

Saat ditanya, apakah ada sanksi jika Pemkab Manggarai tak ikut dalam TdF 2017 seperti yang dilakukan Pemkab Ngada, Klemens Nggangga enggan berkomentar.

“Ini pertanyaan menjebak. Sebaiknya itu tanya ke Gubernur,” tukasnya. (Ferdiano Sutarto Parman/VoN)

Manggarai
Previous ArticleMarselina, Janda Asal Curu Karot Dicoret dari Penerima Bantuan Rumah
Next Article Yosef dan Maria Terpilih Jadi Nong dan Nona Maumere 2017

Related Posts

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.