Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Warga Tiga Desa Sebelah Wae Musur Dambakan Listrik
Regional NTT

Warga Tiga Desa Sebelah Wae Musur Dambakan Listrik

By Redaksi4 Juli 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Warga tiga desa di sebelah Wae Musur, Kecamatan Rana Mese mendambakan agar pemerintah mendatangkan listrik.

Ketiga desa tersebut yakni; Bea Ngencung, Lidi, dan Desa Satar Lenda.

Pasalnya sejak Kabupaten Manggarai Timur (Matim) dibentuk sembilan tahun silam, hingga hari ini kebutuhan akan listrik belum terpenuhi di tiga desa tersebut. Padahal listrik sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat.

Tokoh masyarakat desa Bea Ngencung, Stanislaus, Stefanus, dan Mikael kepada VoxNtt.com, Selasa (4/7/2017), mengatakan sejak negara ini merdeka warga desa di sebelah Wae Musur belum menikmati penerangan listrik.

Warga tiga desa di sebelah Wae Musur, kata dia terpaksa menggunakan lampu pelita.

Baca: Kisah Sendu Warga Purang Mese Borong Hidup Tanpa Listrik

“Kalau malam kami pakai lampu pelita saja. Kami terlalu lama hidup tanpa penerangan listrik. Kami sangat mendambahkan itu,” kata Stanis.

Padahal di tiga desa tersebut kata dia, sudah ada puskesmas dan sekolah yang membutuhkan listrik untuk melancarkan operasional kerja.

“Bea Ngencung Pustu ada, desa Lidi juga ada Pustu, dua SMP dan dua SD. Semuanya butuh listrik. Untuk kebutuhan fotokopi saja harus ke Borong. Butuh biaya banyak. Belum lagi harus melawan arus Wae Musur yang begitu deras. Kasian betul kami,” kata Stanis. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleEnam Bulan Terakhir, Kematian Unggas di Ngada Capai‎ 4.515 Ekor
Next Article Buntut dari Kisruh di Desa Bowali Ngada

Related Posts

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026

HUT ke-25 Demokrat, DPC Mabar Soroti Kiprah SBY dan Aksi Peduli Lingkungan

8 Agustus 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.