Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Enam Bulan Terakhir, Kematian Unggas di Ngada Capai‎ 4.515 Ekor
Regional NTT

Enam Bulan Terakhir, Kematian Unggas di Ngada Capai‎ 4.515 Ekor

By Redaksi4 Juli 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi kematian ayam (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT-Data dari Dinas Peternakan Kabupaten Ngada menyebutkan sejak awal bulan Februari sampai saat Juli melaporkan terjadi kematian unggas dalam jumlah yang tinggi.

Dalam data tertera, kematian unggas bebek sebanyak 2962 ekor, dan ayam sebanyak 1553 ekor.

Jumlah kematian unggas bebek dan ayam ini tersebar di wilayah kecamatan Bajawa, Golewa Barat, Golewa, Bajawa Utara, dan Kecamatan Soa.

Dari hasil surveilens, investigasi, dan pemeriksaan laboratorium oleh Dinas Peternakan Kabupaten Ngada bekerja sama dengan Dinas Peternakan Provinsi NTT, serta balai besar veterine Denpasar-Bali, diketahui bahwa kematian besar-besaran pada unggas bebek dan ayam di Ngada disebabkan oleh virus avian influenza.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Manusia Veteriner pada Dinas Peternakan Kabupaten Ngada, Yenny Goa Kepada wartawan mengatakan penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A. Virus tersebut dapat bertahan hidup di air sampai empat hari.

Yenny menjelaskan flu burung bisa menular dari unggas ke unggas dan dari unggas ke manusia.

Penularan terjadi melalui air liur, lendir, dan feses.

Penyakit ini juga dapat menular melalui udara yang tercemar.

Penularan dari unggas ke manusia juga dapat terjadi jika bersinggungan langsung dengan unggas yang terkena flu burung.

Contohnya seperti bisa terkena bagi pekerja di peternakan ayam, pemotong ayam dan juga penjamah produk unggas lainnya.

Untuk itu, Yenny menghimbau kepada masyarakat dan peternak ayam untuk menerapkan pola pemeliharaan unggas yang baik.

Itu dilakukan dengan cara dikandangkan, melakukan pembersihan atau disinfektan pada kandang melalui penyemprotan cairan bayclin, pemberian vitamin pada ternak unggas, serta dilarang mengkonsumsi unggas yang telah mati.‎ (Arkadius Togo/VoN)

 

Ngada
Previous ArticleIni Penjelasan Kepsek SMPN 1 Bisel TTU Terkait Tudingan Pungli Ratusan Juta
Next Article Warga Tiga Desa Sebelah Wae Musur Dambakan Listrik

Related Posts

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Ibu dan Anak di Aimere Ngada Jadi Korban Kekerasan

9 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.