Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Ini Penjelasan Kepsek SMPN 1 Bisel TTU Terkait Tudingan Pungli Ratusan Juta
VOX GURU

Ini Penjelasan Kepsek SMPN 1 Bisel TTU Terkait Tudingan Pungli Ratusan Juta

By Redaksi4 Juli 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala SMPN 1 Biboki Selatan, Fabianus Suban
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT- Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Biboki Selatan (Bisel) Timor Tengah Utara (TTU), Fabianus Suban menanggapi tudingan telah melakukan pungutan liar (Pungli) ratusan juta rupiah.

Kabarnya, dugaan pungli tersebut dengan dalih sebagai uang pelicin guna pencairan dana tunjangan khusus dari ratusan guru PNS dari sejumlah kecamatan di Kabupaten TTU.

Kepsek Fabi menyampaikan klarifikasi tersebut saat ditemui awak media di ke diamannya di Desa Supun, Kecamatan Biboki Selatan, Selasa (4/7/2017).

Fabi menjelaskan, informasi adanya tunjangan khusus bagi para guru di daerah tertinggal, terbelakang, dan terluar diperolehnya dari pihak Kementrian Pendidikan saat mengikuti Bimtek rehab bangunan sekolah di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Setelah pulang dari Bimtek, makanya saya dengan istri urus berkas untuk kirim ke Kementrian guna mendapatkan tunsus (tunjangan khusus) tersebut,” katanya.

Dia mengatakan,berhubung selama ini banyak guru yang kesulitan akses untuk mendapatkan dana tersebut, maka ketika mendapat informasi tersebut dirinya sementara mengurus dana tunsus.

Baca: Diduga Lakukan Pungli Ratusan Juta, Oknum Kepsek di TTU Terancam Dipecat

Guru yang lain lanjut Fabi, langsung mendekati dirinya untuk dibantu dengan maksud bisa mendapat tunsus.

Para guru tersebut merupakan guru SD dan SMP, serta beberapa orang guru SMA yang berasal dari Kecamatan Biboki Selatan dan Biboki Utara.

Jumlah guru yang mengumpulkan uang sebanyak 150 orang.

Pada kesempatan tersebut Fabi juga membenarkan ada sejumlah uang yang dikumpulkan dari para guru dengan jumlah total Rp 180 juta lebih.

Namun dirinya membantah kalau uang tersebut sebagai mahar untuk mendapatkan dana tunsus.

Sebab uang tersebut dipakai untuk kepentingan transportasi dan urusan administrasi.

“Tidak benar kalau ada uang mahar seperti yang ada di berita,uang itu dikumpulkan atas kesepakatan bersama sehingga kalau ada yang bilang jual ternak atau apa kan itu bukan urusan saya,” tegas Fabi.

Terkait pemberitaan adanya oknum pendeta yang diduga sebagai orang yang memiliki jaringan ke Komisi X, Fabi menjelaskan yang bersangkutan merupakan orang yang telah berjasa membantunya semasa kuliah.

Lanjut dia, berhubung orang tersebut memiliki keperluan di Betun sehingga menginap di rumahnya selama 2 malam.

Fabi juga membantah kalau orang tersebut ada kaitannya dalam kasus ini.

Fabi juga mengungkapkan bahwa dirinya dan para guru yang sudah mengumpulkan uang  sudah ada kesepakatan. Kesepakatan terutama agar uang yang sudah dikumpulkan akan dikembalikan.

“Mulai besok (Rabu) kita sudah bagi uangnya kembali tapi tidak bisa utuh karena sebagian uang sudah kita pakai untuk pengurusan administrasi dan transportasi selama ini,” ungkapnya.

Terpisah,  salah seorang guru yang diduga menjadi korban kepada awak media mengaku tidak akan menerima uang tersebut jika dikembalikan tidak utuh.

“Saya kumpul uang Rp 2 juta tapi setelah itu kumpul lagi Rp 100 ribu untuk administrasi jadi kalau dikembalikan tidak utuh maka saya tidak akan terima,” tegasnya sambil meminta namanya jangan dimediakan. (Eman Tabean/VoN)

TTU
Previous ArticleSoal Honor Aparat Desa Mbengan, Ini Komitmen DPRD Matim
Next Article Enam Bulan Terakhir, Kematian Unggas di Ngada Capai‎ 4.515 Ekor

Related Posts

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026

Teodorus Weke Gelar Ritus Adat dan Minta Restu Leluhur Jelang Pilkades Wae Mulu

28 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.