Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Tim SAR Terus Mencari Wisatawan Singapura yang Hilang di Labuan Bajo
HEADLINE

Tim SAR Terus Mencari Wisatawan Singapura yang Hilang di Labuan Bajo

By Redaksi14 Juli 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tim SAR sedang mencari korban di Gililawa-Labuan Bajo menggunakan Speadboat
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT-Tim SAR Kupang bersama TNI AL, Kodim 1612 Manggarai, Polres Mabar dan TNK terus mencari Wisatawan Asing (Wisman) asal Singapura yang hilang saat melalukan diving (Selam) di Perairan Gililawa kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Kamis (13/7/2017) kemarin.

Sampai saat ini hari kedua pencarian,  Tim SAR belum berhasil menemukan Rinta Paul Mukkam (40) yang pergi diving menggunakan kapal wisata KM Seamore Papua bersama 15 temannya dari Singapura.

Kepala SAR Kupang, Ketut Ardana kepada wartawan mengatakan saat ini tim SAR masih berada di lokasi hilangnya korban.

Dalam pencarian korban itu, Tim SAR dan tim gabungan menggunakan 8 Speedboat dan 12 kapal wisata milik warga Labuan Bajo.

“Tim SAR sudah mulai melakukan pencarian sejak hilangnya wisatawan asal Singapura itu, ” kata Ardana.

Dia mengatakan Tim SAR yang mencari korban itu berjumlah 20 orang. Saat ini masih terus melakukan pencarian di lokasi.

“Tim kita masih berada di lokasi melakukan penyisiran di lokasi,” katanya.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Labuan Bajo, Jasrah Yuzi Irawan mengatakan KM Seamore Papua mengurus surat persetujuan berlayar (port clearance) di Kantor UPP Labuan Bajo pada Rabu 12 Juli 2017 dengan tujuan Pulau Rinca dan Komodo dengan 16 penumpang asal Singapura.

“Wisatawan yang belum ditemukan itu melalukan diving di utara Pulau Komodo, “kata Jasrah.

Seperti diketahui, Rintah Paul Mukkan hilang pada Kamis 13 Juli 2017 sekitar pukul 11.40 Wita.  (Gerasimos Satria/VoN)

Manggarai Barat
Previous ArticleBansos Kedelai Rp 1 Miliar Lebih di Mabar Tidak Tumbuh
Next Article TdF Harus Libatkan Pelaku Pariwisata Lokal di Labuan Bajo

Related Posts

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.