Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Polisi Bubar Paksa Aksi Mahasiswa PGRI Kupang
HEADLINE

Polisi Bubar Paksa Aksi Mahasiswa PGRI Kupang

By Redaksi17 Juli 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Masa aksi saat menduduki Kantor DPRD NTT (Foto: Mou)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Aparat Kepolisian Resort Kota (Polresta) Kupang melakukan pembubaran paksa aksi unjuk rasa mahasiswa PGRI di depan Gedung Kantor DPRD NTT, Senin (17/7) yang berlangsung ricuh.

Kericuhan ini bermula ketika masa aksi yang berjumlah sekitar 200an orang tersebut memilih untuk bertahan dan berencana menginap, padahal pihak keamanan telah memberikan deadline aksi pukul 18.00 Wita.

Tampak para personel Sabhara menggunakan perisai, helm, masker dilengkapi satu unit mobil water canon terparkir di halaman Kantor DPRD NTT.

Pantauan Vox NTT, pukul 18.30 Wita, para mahasiswa belum bersedia membubarkan diri. Mereka bahkan memadati tangga depan Kantor DPRD sambil terus berorasi menyampaikan tuntutannnya.

Kapolresta Kupang  AKBP Anthon CN, yang turun ke lokasi saat itu meminta agar mahasiswa membubarkan diri karena hari makin gelap, namun para mahasiswa tetap bersikeras bertahan dan mulai melakukan tindakan anarkis sehingga terjadi bentrokan dengan aparat kepolisian.

Beberapa mahasiswi bahkan shock, histeris dan menangis karena kaget dengan bentrok yang terjadi.
Walaupun demikian, sebagian dari mereka tetap bersikeras dan berupaya melakukan perlawanan dengan aparat kepolisian sehingga langsung diamankan.

Kondisi baru berangsur pulih sekitar pukul 19.00 Wita ketika masa aksi mulai membubarkan diri dengan tertib, namun tetap dikawal ketat aparat kepolisian.

Sementara itu salah satu staf Sekretaris dewan (Sekwan) NTT, Dina menilai aksi mahasiswa ini sangat berlebihan, bahkan Dina menilai para mahasiswa tersebut tidak menunjukkan dirinya sebagai kaum intelektual.

“Mahasiswa itu kaum intelektual dan seharusnya mampu menyampaikan aspirasinya dengan cara yang terhormat, bukan seperti ini, hanya teriak-teriak dan memancing keributan,” ungkapnya.

Kepada media ini, Dina yang saat itu tampak kecewa menjelaskan jika ada kaca kantor DPRD yang dikasih pecah oleh masa aksi.

Tak hanya itu, dia juga menilai jika aksi ini memang sudah sangat berlebihan dan tidak menunjukkan sikap mahasiswa yang berintelektual lantaran masa aksi berupaya  menduduki kantor DPRD pada siang harinya hingga terjadi anarkis.

ASN lainnya Wilman menambahkan aksi mahasiswa seperti ini hanya akan merugikan diri sendiri dan meresahkan orang lain.

“Kami sepakat jika mahasiswa menuntut kejelasan status Universitas PGRI, namun harus sesuai dengan aturannya, serta tindakan anarkis tidak akan pernah menyelesaikan masalah, namun hanya akan menambah masalah,” katanya.(Mou/VON).

Previous Article‘Mengintip’ Rezeki Warga dari Tenun Ikat Fafinesu
Next Article Workshop Dana Desa di Bajawa Utara Lahirkan Lima Kesepakatan

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.