Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Pemkab Mabar Diminta Aktif Kembangkan Pertanian
Ekbis

Pemkab Mabar Diminta Aktif Kembangkan Pertanian

By Redaksi21 Juli 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para petani di Wangkung Kecamatan Boleng saat pelatihan Pertanian
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT-Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Pemkab Mabar) diminta untuk lebih gencar lagi mengembangkan pertanian di wilayah itu.

Pasalnya, perkembangan pariwisata di Kecamatan Komodo-Mabar tidak diimbangi dengan pengembangan pertanian. Sehingga pasokan sayur untuk hotel-hotel didatangkan dari daerah lain seperti, Nusa Tenggara Barat (NTB), bukan dari NTT sendiri.

Head of Corporate Affairs Syngenta Indonesia, Midzon Johannis, Kamis (21/7/2017) saat memberi pelatihan 100 Petani di Wangkung Kecamatan Boleng mengatakan, beberapa lokasi di sekitar Labuan Bajo sangat bagus untuk dijadikan sebagai basis pengembangan tanaman-tanaman hortikultura.

“Itu yang tidak kita lihat. Sangat menyedihkan pertumbuhan pariwisata Mabar timpang,” tegasnya.

Midzon mengatakan bahwa pertumbuhan pariwisata harus dirasakan oleh para petani, bukan hanya oleh calo tanah, pemilik kapal pesiar, hotel dan sebagainya. Itulah yang dinamakan perekonomian sektor riil, kegiatan-kegiatan yang langsung dirasakan oleh masyarakat.

Dalam pelatihan itu, Syngenta mengajarkan pola tanam dan pemeliharaan beberapa jenis komoditas seperti tanaman cabe (holtikultura), padi, jagung dan kakao (cokelat).

Syngenta meminta petani untuk memanfaatkan lahan pertanian.

Petani mesti memiliki konsep pertanian yang jelas, mulai dari persiapan pembenihan, produksi hingga aspek pemasarannya.

“Pertumbuhan pariwisata Komodo harus dimanfaatkan. Ini pasar besar,” katanya.

Pelatihan ini hasil kerja sama Syngenta dengan pastor paroki Wangkung, Pastor Laurens Teon, Pr.

Selain dihadiri ratusan petani, dalam acara tersebut hadir pula camat Boleng, Bona Abunawan.

Adapun PT Syngenta merupakan perusahan internasional yang bergerak pada teknologi pertanian.

Perusahaan ini berbasis di Swiss dan beroperasi di 90 negara. Syngenta telah banyak membantu mendorong produksi padi di Jawa, Sulawesi, NTB dan Sumatera hingga 10 ton per hektar (ha) jauh dari rata-rata nasional yang hanya sekitar 4,5 ton per ha.

Salah seorang petani, Valentinus Hendrisun mengatakan, selama ini dirinya memang telah mengembangkan cabe tetapi produksinya masih terbatas.

Di samping karena kekurangan pengetahuan untuk memeliharanya juga karena keterbatasan modal untuk mengembangkan dalam jumlah lebih besar.

“Semoga ilmu-ilmu yang diajarkan dalam pelatihan bisa kami aplikasikan,” paparnya.

Hentikan Jual Tanah

Camat Boleng, Bona Abunawan meminta petani untuk hentikan menjual tanah.

Soalnya selama ini banyak tanah yang dijual hanya karena tergiur uang yang banyak.

Tren itulah yang berkembang di sekitar Labuan Bajo dalam beberapa tahun terakhir.

“Kebiasaan ini harus dihentikan, olahlah tanah itu, sehingga tanah tetap menjadi milik kita bukan milik orang. Tanah harus dijaga untuk anak cucu kita,” pungkasnya. (Gerasimos Satria/AA/VoN)

Manggarai Barat
Previous ArticleJelang ETCM 2017, Setiap Tim Tidak Diizinkan Uji Coba Lapangan
Next Article Rayakan HBA, Kejari TTU Gelar Lomba Cerdas Cermat

Related Posts

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.