Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Diduga, Ada Calo Karcis Pada Laga ETCM 2017
HEADLINE

Diduga, Ada Calo Karcis Pada Laga ETCM 2017

By Redaksi25 Juli 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Masyarakat mengantri karcis di loket kelas VIP Stadion Marilonga Ende (Foto: Ian Bala)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Sejumlah suporter mengeluh dengan harga karcis yang semakin tinggi pada laga penyisihan Liga III El Tari Memorial Cup Tahun 2017 di Stadion Marilonga Ende, NTT.

Diduga, ada sejumlah calo yang menjual karcis dari harga yang ditentukan oleh kepanitiaan.

Fredin Meo, warga asal Bajawa Kabupaten Ngada kepada VoxNtt.com mengaku dirinya menjadi korban penipuan harga karcis.

Harga karcis yang sebenarnya Rp 5000 untuk kelas ekonomi naik menjadi Rp 20.000.

Fredin mengatakan penjualan karcis di luar stadion terjadi pula pada acara opening ceremony.

“Tadi saya mau beli karcis di loket tapi sudah habis. Jadi saya beli di luar stadion yang jual 20ribu. Ya, saya beli,” katanya di halaman Stadion Marilonga, Selasa (25/7/2017) pagi.

Nasib yang sama dialami Berto Wali warga asal Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende.

Ia mengaku penjualan karcis tidak dikenal sebab sebagian wajah ditutup masker.

“Ya, harga sebesar itu. Ada yang jual 20ribu, ada juga yang jual 25ribu. Saya tidak kenal orangnya, karena semua muka tertutup,” katanya.

“Saya beli terus, saya mau nonton Perse Ende,” katanya.

Fredin dan Berto berharap petugas kepanitiaan mengevaluasi penerbitan karcis sebab banyak karcis liar di luar kendali kepanitiaan.

“Kita layanan pembeli terbatas. Jangan sampai banyak calo lagi di luar sana,”kata Berto. (Ian Bala/AA/VoN)

Ende
Previous ArticleSoal Jalan Ruteng-Iteng, DPRD NTT Beberkan Surat Usulan Pengalihan Pemkab Manggarai
Next Article DPRD NTT Dorong Dana Anggur Merah Alokasi ke Gaji Guru Honor

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026

Lansia di Kupang Bertahan Hidup Bersama Anak 6 Tahun, Berharap Uluran Tangan

9 Maret 2026

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.