Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Ini Model Kerja Sama 4 Instansi yang Membawa Kesuksesan PKH di Negekeo
Regional NTT

Ini Model Kerja Sama 4 Instansi yang Membawa Kesuksesan PKH di Negekeo

By Redaksi25 Juli 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo, Epidiana Djo Nago
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) yang berlangsung selama kurang lebih sejak tahun 2013 hingga tahun 2017 di Nagekeo diklaim sudah sukses.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo, Epidiana Djo Nago mengaku kesuksesan pelaksanaan program tersebut tercapai berkat kerja sama yang baik antar 4 intansi terkait.

Keempatnya yakni Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Kesehatan.

Epidiana menjelaskan, Bappeda berperan mensinergikan program Pemerintah Kabupaten Nagekeo dengan instansi terkait dalam pelaksanaan PKH.

Sinergitas program itu misalnya dengan program ‘Anggur Merah’ dan memfasilitasi alokasi dana sharing APBD untuk PKH di Nagekeo.

Sementara Dinas Sosial kata Epidiana, berfungsi menjalankan tugas koordinasi dengan tim kabupaten. Mengkoordinasi teknis pelaksanaan PKH dengan instansi terkait.

Lalu, Dinas Sosial juga melakuka koordinasi perluasan wilayah kecamatan dengan Unit Pengelola Program Keluarga Harapan (UPPKH) provinsi NTT.

Selanjutnya, mengendalikan dan melaporkan pengaduan masyarakat kepada  UPPKH provinsi NTT dan memonitoring serta mengevaluasi pelaksanaan PKH.

Sementara dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terhadap kesuksesan PKH jelas Epidiana, seperti mensinergikan dengan program pendidikan gratis, Bantuan Siswa Miskin bagi anak PKH serta membantu memperlancar kegiatan verifikasi komitmen komponen pendidikan.

Sementara dari Dinas Kesehatan, yakni mensinergikan PKH dengan program kesehatan gratis (Jamkesda), peningkatan kualitas kesehatan (gizi dan vitamin bagi anak peserta PKH), mengontrol tumbuh kembang kesehatan balita dan ibu hamil peserta PKH, serta membantu memperlancar kegiatan verifikasi komitmen komponen kesehatan.

Selain itu, jelas Epidiana, keberhasilan PKH  juga ditentukan oleh dukungan masyarakat.

Untuk itu sangat membutuhkan partisipasi tokoh masyarakat dan tokoh agama pada saat pertemuan awal dan validasi data calon peserta PKH.

Dibutuhkan pula adanya pihak-pihak yang membantu mengontrol ketepatan sasaran penerima manfaat PKH baik kepala Desa, masyarakat maupun aparat mulai tingkat RT sampai di tingkat kabupaten.

Manfaat PKH Bagi Nagekeo

Pada kesempatan itu, Epidiana menjelaskan ada beberapa manfaat dari PKH bagi masyarakat kabupaten Nagekeo.

Manfaat itu, baik dari aspek Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi maupun perubahan sikap atau pola pikir.

Di bidang Pendidikan, terjadi peningkatan partisipasi sekolah anak peserta PKH dan penguatan prestasi belajar siswa PKH.

Pada bidang Kesehatan, terjadi peningkatan akses layanan kesehatan, penguatan layanan bagi ibu hamil dan Balita, serta meningkatnya kunjungan peserta PKH ke layanan fasilitas kesehatan.

Untuk bidang ekonomi, telah terjadi peningkatan jangka pendek pendapatan keluarga, meringankan beban kebutuhan keluarga, pemutusan mata rantai kemiskinan dalam jangka panjang.

Selain itu, meningkatknya perputaran ekonomi di kabupaten Nagekeo dan terpeliharanya taraf kesejahtraan sosial.

Sementara perubahan sikap atau pola pikir dimana munculnya kesadaran tentang pentingnya  pendidikan dan kesehatan bagi keluarga, serta penguatan kerja sama  antar peserta PKH/ warga dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah. (Arkadius Togo/AA/VoN)

Nagekeo
Previous ArticleSekda Matim Kecewa dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Next Article Kades Rura Diadukan ke Dinas PMD Manggarai

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.