Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Di Nagekeo Masih Banyak Koperasi yang Belum Berbadan Hukum
Ekbis

Di Nagekeo Masih Banyak Koperasi yang Belum Berbadan Hukum

By Redaksi27 Juli 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wakil Bupati Nagekeo Paul Nuwa Veto, didampingi pejabat Kementrian Koperasi dan UKM RI yang diwakili Sekretaris Deputi Bidang Kelembagaan , P. Subagyo, Kepala Dinas Koperasi Provinsi NTT Kosmas Lanang, Ketua Dekopinda NTT, Paulus Rangke Tadong, Pimpinan DPRD Nagekeo ‎memukul gong pratanda kegiatan Hut Koperasi yang Ke-70 dimulai
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Di Kabupaten Nagekeo hingga kini masih banyak koperasi yang belum berbadan hukum. Statusnya masih pra koperasi.

Pra koperasi adalah bentuk kegiatan dengan berbagai macam persiapan  yang secara khusus mengupayakan  untuk dapat mendirikan sebuah koperasi yang berbadan hukum.

Wakil Bupati Nagekeo, Paul Nuwa Veto membeberkan di kabupaten itu memiliki 457 koperasi.

‎Rinciannya, sebanyak 81 koperasi bersetatus badan hukum dan 376 koperasi berstatus pra koperasi.

Dari sekian koperasi itu jumlah anggotanya sebanyak 64.837 orang dan pengurus dan pengawas berjumlah 1.758 orang. Dan, total aset koperasi berjumlah Rp 236.787.286.532.

Wabup Veto menyampaikan hal itu dalam sambutannya pada acara pembukaan HUT Koperasi ke-70 tingkat Provinsi NTT di di Lapangan Berdikari Danga-Nagekeo, Kamis (27/7/2017).

Dia menjelaskan, hasil penilaian dan interpretasi data tersebut menunjukkan secara kuantitatif Kabupaten Nagekeo berada dalam zona hijau

Hal itu menandakan pergerakan ekonomi di tengah masyarakat sungguh sesuai dengan amanat nilai ideologi ekonomi Indonesia.

Namun, lanjut Veto, secara kualitatif Kabupaten Nagekeo berada pada zona merah karena masih mengalami permasalahan mendasar.

Permasalah itu yakni, tingkat kematangan kehidupan berkoperasi yang berbeda-beda diantara komponen koperasi yang satu dengan yang lain.

Dikatakan, dari data itu juga menunjukkan perkembangan koperasi di Kabupaten N‎agekeo sudah cukup baik.

Peningkatan jumlah anggota, peningkatan aset, maupun omset koperasi mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

Menurut Veto kesadaran masyarakat untuk berkoperasi pun semakin tinggi.

Hanya saja, kualitas pemahaman terhadap koperasi perlu mendapat perhatian khusus.

Masih banyak koperasi yang belum berhasil karena memiliki permasalahan interen dan kesulitan permodalan, serta persoalan organisasional lainnya.

Selain itu lanjut‎ Veto, adanya persepsi negatif dan pandangan pesimis sebagian masyarakat terhadap peran fungsi koperasi.

Hal tersebut tentu saja menjadi tantangan besar yang dihadapi koperasi saat ini.

“Pemerintah kabupaten Nagekeo ‎selaku pembina koperasi, bersama seluruh gerakan koperasi secara bersama-sama terus berupaya untuk mengurangi prosentasi tingkat pemahaman terendah dan menengah dan meningkatkan pemahaman tertinggi,” pintanya. (Arkadius Togo/AA/VoN)

Nagekeo
Previous ArticleLapor Balik OMS Desa Gulung, Marsel Ahang: Bupati Deno Jangan Emosional
Next Article Warga Towak Nagekeo Mengeluh Air Tidak Jalan

Related Posts

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.