Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Semrawut, Pedagang Minta Pasar Halilulik Ditata
NTT NEWS

Semrawut, Pedagang Minta Pasar Halilulik Ditata

By Redaksi27 Juli 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi Pasar Halilulik, Kabupaten Belu (Foto: Marsel)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua-Vox NTT- Kondisi pasar tradisional Halilulik, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu yang kotor dan tidak tertata membuat para pedagang mengeluh.

Kepada VoxNtt.com, Kamis (27/7/17) para penjual yang mengaku sudah belasan tahun berdagang di pasar tersebut merasa tidak diperhatikan  pemerintah setempat.

Terpantau, selain tidak tersedia lapak dagang yang memadai, para pedagang mendirikan lapak jual sesuai keinginan sehingga membuat kondisi pasar semakin sempit dan tidak tertata.

Pardi (36) salah satu pedagang sembako, mengatakan, sepanjang 14 tahun dirinya berjualan di Pasar itu, kondisinya belum berubah hingga kini.

“Dari dulu pasar ini modelnya seperti ini. Kalau musim hujan, kami yang berjualan lebih susah. Ini sampah-sampah ini juga dibiarkan saja,”Ujar Pardi.

Pada hal kata dia setiap hari Kamis semua pedagang yang berjualan di pasar tersebut selalu diwajibkan membayar retribusi.

Nilai yang dibayar bervariasi sesuai ukuran lapak yang dibangun dimana lapak yang paling kecil dikenai retribusi Rp. 2000 dan ada yang lebih.

Selain meminta untuk ditata, para pedagang juga meminta agar petugas menertibkan para pedagang yang tidak menggunakan area pasar untuk berdagang namun menggunakan badan jalan untuk berjualan sehingga pasar menjadi kosong dan jalanan menjadi macet.

“Kalau bisa semua pedagang yang di luar (jalan raya/red) disuruh masuk semua biar lebih ramai dan tertib,” pungkas Magdalena salah seorang pedang sayur.

Menurut Magdalena para pedang mengharapkan, sebelum musim hujan tiba, jalan masuk dan area pasar harus diokvol dengan pasir sehingga tidak ada kubangan saat musim hujan.

Pedagang lainnya, Anselina (48) yang setiap hari berjualan beras di pasar itu mengaku kondisi pasar yang tidak tertata membuat mereka kesulitan untuk mengangkut barang, masuk keluar pasar.

“Ini semua pedagang berjualan ikut kemauan sendiri sehingga hampir tidak ada jalan. Kami mau angkat barang bawaan keluar atau masuk ke pasar berdesakan stengah mati. Coba kalau ada petugas yang atur, pasti bisa tertib,” keluh Anselina.(Marcel/VoN)

 

 

Belu
Previous ArticleBagaimana Meretas Problem Pendidikan di NTT?
Next Article Pater Rus OSM, Kado Terindah Buat Laranwutun dan SDK St. Yusuf Waipukang

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.