Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pemda TTU Diminta Untuk Libatkan Swasta Dalam Mengelola Pariwisata
NTT NEWS

Pemda TTU Diminta Untuk Libatkan Swasta Dalam Mengelola Pariwisata

By Redaksi31 Juli 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Umum HIPMI NTT, Fahmi Abdulah
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten TTU diminta untuk melibatkan pihak swasta dalam mengelola aset pariwisata di kabupaten tersebut.

Pasalnya, potensi wisata di TTU dinilai memiliki nilai jual yang tidak kalah dengan daerah lainnya.

Namun saat ini potensi-potensi itu belum dikelola dengan baik. Sehingga, belum memberikan pemasukan yang maksimal bagi daerah tersebut.

Demikian hal ini diungkapkan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Propinsi NTT, Fahmi Abdullah saat ditemui media ini di kediamannya di Kefamenanu, Senin (31/7/2017).

“Saya melihat bahwa TTU ini punya potensi wisata yang tidak kalah dengan daerah lain, namun kelemahannya ada di pengelolaan. Sehingga kalau bisa ya kita pengusaha dilibatkanlah dalam pengelolaan pariwisata,” tegas Fahmi.

Pemilik toko JabalMart ini mengatakan, dirinya baru saja pulang liburan di Bali. Hasil pantauannya ternyata pantai tempatnya berlibur memiliki kemiripan dengan Tanjung Bastian.

Perbedaannya menurut dia Cuma sistem pengelolaannya saja, dimana sistem pengelolaan pariwisata di TTU belum diatur dengan baik sehingga kurang menarik minat wisatawan, untuk berkunjung ke TT

Fahmi mengaku, dirinya optimis jika pengelolaan pariwisata melibatkan pengusaha maka akan lebih bagus pengelolaannya dibanding saat ini.

“Kalau pengusaha yang kelola kan tidak mungkin dibiarkan terbengkelai, karena kami pasti pikir untuk datangkan keuntungan dari modal yang kami keluarkan. Jadi tinggal dibuat MoU saja, yang tidak benar kerjanya tinggal diganti dengan yang lain”kata Fahmi. (Eman/VoN)

TTU
Previous ArticleTekuk Persim Manggarai 4-0, Perse Ende Pemuncak Klasemen Pool A
Next Article Tiga Nama Calon Plt Sekda Nagekeo Telah Diusul ke Gubernur NTT

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.