Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kesulitan Air Bersih, Warga 2 Desa di Perbatasan RI-RDTL Beli Air
NTT NEWS

Kesulitan Air Bersih, Warga 2 Desa di Perbatasan RI-RDTL Beli Air

By Redaksi18 Agustus 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Camat Bikomi Nilulat, Marcel Sara,S.Pt
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Warga dua desa yakni Desa Haumeni’Ana dan Desa Sungkaen, Kecamatan Bikomi Nilulat perbatasan langsung dengan distrik Oekusi (RDTL), sejak lama mengalami kesulitan air bersih.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga terpaksa membeli air tanki. Selain beli, kebutuhan warga terkadang dibantu oleh anggota TNI yang bertugas di wilayah perbatasan RI-RDTL tersebut.

“Setiap tahun itu, setiap kepala keluarga (KK) kasih keluar uang sampai Rp 2 juta khusus untuk beli air minum n masak saja,” ungkap Camat Bikomi Nilulat ,Marsel Sara saat diwawancarai media ini di ruang kerjanya pada kamis (17/08/2017).

Sedangkan untuk keperluan mandi dan cuci pakaian, alumni fakultas peternakan Undana tersebut menyampaikan,warga desa Haumeni’Ana mengandalkan air dari embung, yang dibangun beberapa tahun lalu. Sementara warga desa Sungkaen harus membeli air dari tanki pedagang air.

“Sungkaen ini tidak ada mata air, kita tarik air juga dari orang punya air pemali (tempat ritual adat) yang ada di desa tetangga. Tapi saat ini pipa juga baru sampai kantor Camat, belum sampai ke rumah masyarakat,” tegas Camat Marsel.

Baca: Tarian Gong Warnai Perayaan HUT RI ke-72 di Perbatasan RI-RDTL

Dia menambahkan, dirinya bersama kepala desa sudah berupaya mencari jalan keluarnya, dengan mengalokasikan dana desa untuk membuat sumur bor. Namun kata dia hingga saat ini belum juga berhasil lantaran kondisi tekstur tanah yang tidak mendukung.

Terpisah, kepala desa Sungkaen Siprianus Kolo menjelaskan, secara keseluruhan warga desa Sungkaen sebanyak 443 jiwa dan 114 KK.

Ia mengakui bahwa salah satu kesulitan terbesar warganya adalah pemenuhan akan kebutuhan air bersih.

“Saat ini masyarakat sudah mulai beli air, harga per jergen yang ukuran 20 liter itu Rp 5 ribu,” jelas Kolo.

Berlaitan dengan sumur bor sebagaimana yang disampaikan Camat Marsel, Kolo,menjelaskan saat ini mesin dinamo dalam keadaan rusak sehingga tidak bisa menyedot air.

Namun ia mengaku berkomitmen, untuk terus berupaya agar kesulitan warganya itu dapat  segera teratasi.

“Air itu kebutuhan yang paling utama. Jadi saya akan terus berupaya baik itu dengan dana desa, maupun coba berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait yang dapat membantu mengatasi persoalan ini,” tegas Kolo. (Eman/VoN)

TTU
Previous ArticleKades Darius: Niko Sampur Bukan Anggota OMS Desa Gulung
Next Article Solar Habis, Angkutan Umum di Mbay Tidak Beroperasi

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.