Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pemkab TTU Didesak Segera Tangani Persoalan Frederik
NTT NEWS

Pemkab TTU Didesak Segera Tangani Persoalan Frederik

By Redaksi23 Agustus 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Frederik Fatin Omenu. (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTU didesak agar segera menangani kasus yang menimpa Frederik Fatin Omenu (27). Frederik adalah warga TTU yang saat ini ditahan di Nigeria.

Frederik ditahan bersama ke 10 awak kapal tanker Tecne sejak bulan April 2017 lantaran diduga melakukan pembajakan minyak bumi secara ilegal di perairan laut Nigeria.

Apabila kasus ini lamban untuk ditanggapi, maka akan berdampak buruk terhadap Frederik secara hukum.

“Saya minta Pemda TTU dalam waktu 1 kali 24 jam agar segera melakukan koordinasi dan menyurati Presiden cq. Kementerian Luar Negeri agar segera menangani kasus ini,” tegas Anggota Komisi C DPRD TTU, Agustinus Siki saat dihubungi VoxNtt.com melalui telepon, Rabu (23/8/2017).

Politisi PKB tersebut menjelaskan sesuai dengan penjelasan dari pihak keluarga, Frederik saat berangkat kerja sudah mengantongi dokumen resmi. Sehingga pihak perusahaan yang seharusnya dihukum.

Pada kesempatan tersebut legislator Dapil TTU 1 tersebut menghimbau agar masyarakat TTU yang ingin bekerja ke luar negeri atau di dalam negeri sekalipun agar terlebih dahulu melakukan cross check terkait legalitas perizinan dari perusahaan tersebut sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

“Ini sebenarnya murni kesalahan perusahaan bukan karyawan sehingga pemerintah Nigeria seharusnya menghukum pimpinan perusahaan bukannya karyawan,saya minta pemda TTU agar segera bersikap terkait kasus ini,” tegas Siki.

Terpisah, Wakil Bupati TTU Aloysius Kobes saat ditemui VoxNtt.com di Polres TTU mengaku dirinya baru mengetahui informasi seputar penahanan Frederik di Negara Nigeria dari awak media.

Ia berjanji akan segera melakukan koordinasi dengan dinas terkait agar segera menangani persoalan tersebut.

“Kita akan segera surati kemenlu ,kementerian tenaga kerja serta pihak terkait lainnya agar bagaimana caranya dia (Frederik) bisa segera didampingi dalam kasus ini,” tegas Kobes. (Eman Tabean/AA/VoN)

TTU
Previous ArticleLima Desa di Sikka Jadi Pilot Project Sistem Informasi Desa Terintegrasi
Next Article Warga Blokir Jalan Menuju Mbay Kiri

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.