Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Tambang Pasir Dihentikan, DPRD Matim Didesak Segera Mediasi
Regional NTT

Tambang Pasir Dihentikan, DPRD Matim Didesak Segera Mediasi

By Redaksi3 September 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Galian pasir Bondo Matim yang sudah dipasang garis polisi (Foto: Floreseditorial)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Marsel Gunas, warga Borong kembali menanggapi pernyataan anggota DPRD Manggarai Timur (Matim), Aven Peding terkait penutupan galian pasir di kabupaten itu oleh pihak Polres Manggarai.

Penutupan pasir di Matim antara lain galian pasir di Bondo, Kecamatan Borong.

Sebelumnya, Aven Peding menekankan segera membangun komunikasi yang efektif dengan pihak terkait dalam aksi penutupan lokasi galian pasir oleh polisi.

Komunikasi tersebut penting dilakukan, mengingat mepetnya waktu dan berjalannya tahun anggaran, serta minimnya penyerapan anggaran yang berdampak fatal bagi publik Matim.

“Tentu hal ini akan berakibat buruk dengan terkena penalti dari pusat,” kata Aven melalui pesan WhatsApp, Minggu malam, (3/9/2017).

“Perlu pertimbangan yang matang antara manfaat dan efek negatif dari pengambilan material galian C tersebut. Sehingga keputusan yang diambil benar-benar matang, tertata baik sehingga kedepannya memiliki nilai tambah bagi publik”

Baca: DPRD Matim Bantah Tudingan Marsel Gunas Dukung Polisi Tutup Galian Pasir

Pernyataan politisi NasDem itu langsung mendapat sorotan tajam dari Marsel Gunas.

Dia mendesak DPRD Matim segera memediasi persoalan penutupan galian pasir tersebut, bukan malah menunggu itikad baik kepolisian dan pemerintah.

“Ini hanya soal pandangan terhadap teks dan konteks pernyataan saja, saya kira. Begini. Duduk soal yang disampaikan Anggota DPRD Matim itu adalah upaya dialogis Pemda dengan Kapolres. Saya kira itu wacana yang bisa dimainkan siapa saja di Matim. Termasuk pedagang sayur di Pasar juga bisa,” ujar Marsel dalam rilisnya, Minggu malam.

“Secara eksplisit, tidak dijelaskan tentang mendukung upaya penertiban lokasi galian pasir, ya. Karena memang DPRD beda struktur kelembagaan dengan kepolisian,” tambah dia.

Tetapi menurut dia, pernyataan meyakini dan berharap adanya itikat baik dari Kapolres Manggarai untuk diajak dialog oleh Pemda itu konteksnya rancu.

“Meminta agar pihak yang menutup lokasi kembali bijak? Sisi fungsi pengawasan sebagai DPRD-nya dimana? Indikator logis apa yang dipakai sehingga pihak Kepolisian punya itikat baik untuk menyelesaikan persoalan itu? Wong mereka yang tutup dan tangkap warga?,” tegas Marsel Gunas.

Menurunya, jika DPRD Matim seirama dengan publik yang menilai adanya persoalan dalam penertiban lokasi itu, maka mereka perlu bersuara keras.

DPRD lanjut dia, justru perlu mengangkat persoalan ini hingga ke Kapolri, Jenderal Tito Karnavian dengan sejumlah argumentasi yang menjelaskan adanya histori persoalan.

Dasar histori persoalan itulah yang patut dikaji ulang untuk kemudian bisa dibawa ke Kapolri.

Marsel menegaskan anggota DPRD Matim harus lebih galak dan tegas turut memrotes penutupan tambang pasir di Matim.

Sebagai wakil rakyat, bagi dia, langkah tegas itulah yang perlu ditunjukan juga secara gamblang.

“Pertanyaan kemudian, siapa yang fasilitasi dialog? Eksekutif? Saya kira lemah. Eksekutif akan sulit membuka dialog untuk soal yang juga selama ini mereka biarkan berlarut-larut, bukan?,” tukas dia.

Dikatakan, langkah tegas DPRD  yang cukup ideal memediasi dialog itu.

Yang perlu dan mendesak dilakukan DPRD adalah pertama, perlu dilakukan inspeksi ke lokasi.

Kedua, memediasi dialog antara Kapolres dan Bupati Matim Yoseph Tote untuk memecahkan persoalan.

Dialog itu juga lanjut Marsel, harus didorong sebagai langkah evaluasi terhadap kebijakan penggalian pasir dan kerikil selama ini di Matim.

Ketiga, mengingatkan sekaligus mendesak Polres Manggarai untuk menangguhkan penahanan terhadap warga, jika ada warga yang ditahan polisi sampai urusan penyelesaian menemukan titik solutif.

“DPRD juga patut mempertanyakan pembiaran yang saban tahun terjadi terhadap aktivitas penggalian pasir.  Dari semua itu, saya kira kita perlu pilah-pilah. Siapa sih korban utama penggalian pasir itu? Warga atau elit daerah? Bagi saya, warga lah yang menjadi korban utama,” katanya.

Marsel Gunas menambahkan, jika bercermin dari kasus serupa di berbagai daerah, dirinya melihat DPRD menjadi ujung tombak harapan warga yang kini terancam dipenjara karena dituduh sebagai penambang ilegal.

Jadi, DPRD Matim perlu memainkan peran itu. Pembelaan terhadap warga harus menjadi prioritas utama. (Adrianus Aba/VoN)

Manggarai Manggarai Timur
Previous ArticleDirikan Osto, Pelajar Todo Mabar Serukan Kampung Bersih dan Sehat
Next Article Jelang Pilbup TTS, Lakapu ke PKB, Benu-Mella ke Gerindra

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.