Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Galian C Ditutup Polisi, Pemkab dan DPRD Matim Dinilai Apatis
NTT NEWS

Galian C Ditutup Polisi, Pemkab dan DPRD Matim Dinilai Apatis

By Redaksi4 September 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Galian C yang disegel Pihak Polres Manggarai di Bondo (Foto: Nansianus Taris/VoN)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Tokoh muda asal Bondo desa Watu Mori Kecamatan Rana Mese, Edi Dahal menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Manggarai Timur (Matim) tutup mata dan apatis terhadap persoalan penutupan galian C oleh pihak Polres Manggarai.

Edi mengatakan dua pekan terakhir ini, masyarakat pemilik pasir dan penambang galian C dikejutkan dengan penyegelan lahan galian mereka oleh pihak kepolisian Manggarai.

Namun, Pemkab dan DPRD Matim lamban dan tidak cepat menanggapi persoalan yang sudah meresahkan masyarakat tersebut.

“Mengapa pemerintah tutup mata dengan persoalan yang terjadi. Sekarang masyarakat jadi korban. Mereka sudah kehilangan pekerjaan dan sumber kehidupan,” tegas Edi saat ditemui VoxNtt.com di Bondo, Senin (4/9/2017).

Parahnya lagi lanjut dia, DPRD yang dianggap sebagai wakil rakyat dan membutuhkan sikap keberpihakannya tampak tak kunjung merespon mencari solusi atas penutupan galian pasir di Matim.

“Katanya wakil rakyat sebagai penyambung aspirasi masyarakat, tapi kenyataannya juga membuat hal yang sama dengan pemerintah yaitu menutup mata terhadap soal yang ada,” tukas Edi.

Dia pun berharap dan meminta Pemkab dan DPRD Matim untuk segera duduk bersama mencari solusi dari persoalan yang melanda masyarakat penambang pasir.

“Jangan biarkan masyarakat terus menderita. Apalagi ini soal hidup. Soal ini harus cepat ditanggapi,” katanya. (Nansianus Taris/AA/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleBelum Ada Tersangka dalam Kasus Kematian Dua Guide di Hotel Safari Ende
Next Article Ini Alasan Polres Manggarai Pasang Garis Polisi di Pasir Bondo

Related Posts

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.