Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Hasil Pertanian di Kecamatan Ndoso Menurun Drastis
NTT NEWS

Hasil Pertanian di Kecamatan Ndoso Menurun Drastis

By Redaksi8 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo,Vox NTT-Hasil komuditas pertanian di wilayah kecamatan Ndoso,Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) tahun 2017 menurun dratis hingga 80 persen.

Hal itu disampaikan oleh Camat Ndoso, Fransiskus Tote, Jumat (8/9/2017).

Dia mengatakan pada tahun sebelumnya setiap petani di wilayah Ndoso rata-rata mampu memetik hasil Kopi dan Cengkeh 300 Kg sampai 500 Kg. Pada tahun 2017, petani hanya mampu memanen 50 Kg hingga 100 Kg per orang.

“Ada sebagian petani yang tidak panen sama sekali,” kata Tote.

Desa penghasil kopi seperti Desa Golo Poleng,Desa Golo Keli,Desa Lumut dan Desa Wae Buka para petani hanya mampu memanen 50 Kg saja.

Desa penghasil cengkeh seperti Desa Momol,Desa Ndoso,Desa Waning,Desa Tentang dan Desa Golo Rua pada tahun ini sama sekali tidak panen Cengkeh.

“Saya arahkan para kepala desa agar membuat permohonan bantuan gagal panen kepada sejumlah instansi Pemkab Mabar,” tutur Tote.

Selain gagalnya petani memanen Kopi dan Cengkeh,sejumlah petani yang mengelolah sawah tadah hujan di wilayah Kecamatan Ndoso tidak dapat memanen Padi pada tahun ini. Kondisi musim kemerau yang panjang menyebabkan tanaman padi milik petani  sawah tadah hujan gagal panen.

Anggota DPRD Mabar asal Kecamatan Ndoso, Petrus Ino Tanla meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar untuk merespon secara cepat terkait persoalan gagal panen komuditi pertanian di Kecamatan Ndoso.

“Pemkab Mabar tidak boleh menunggu laporan dari Petani,Pemkab harus turun langsung memantau gagal panen ini,” tuturnya. (Gerasimos Satria/AA/VoN)

Manggarai Barat
Previous ArticleKendati Sering Didemo, Dinkes Matim Belum Respon Nasib THL
Next Article Kadis Capil Matim Didesak Kabidnya Stop Rakus

Related Posts

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.