Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Krisis Air Bersih, Warga Ndora Mengantri Hingga Larut Malam
Regional NTT

Krisis Air Bersih, Warga Ndora Mengantri Hingga Larut Malam

By Redaksi18 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Masyarakat Ndora sedang mengantri untuk dapatkan air sejerigen. (Foto : EM)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Nagekeo, Vox NTT- Warga Ndora, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo harus mengantri hingga malam hari untuk dapatkan air minum. Hal ini disebabkan pasokan air berkurang.

Petronela Eku, warga Desa Ulupulu 1 saat ditemui VoxNtt.com mengatakan, krisis air bersih sudah terjadi beberapa tahun belakangan. Masyarakat harus mengantri berjam-jam untuk mendapatkan satu jerigen air.

Krisis air bersih, jelas dia, terjadi sejak akhir mei. Masyarakat hanya menggunakan air untuk masak dan minum.

“Kalau untuk cuci, mandi sangat tidak cukup. Kami biasa antri sampai malam,” katanya saat ditemui di Ndora, Senin (18/9/2017).

“Kalau ada uang ya, kami beli air. Ada yang jual seratus ribu lebih per seribu liter. Ya, kita di sini juga susah uang,” katanya.

Baca: Memasuki Puncak Musim Panas, Warga Belu Kesulitan Air

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Nagekeo bisa membenahi proyek air bersih dari Gezu, Kecamatan Keo Tengah sehingga masyarakat dapat memperoleh air yang cukup.

Kepala Desa Ulupulu 1, Emilianus Meze saat ditemui mengatakan, pihaknya tengah upaya untuk lakukan konservasi tujuh mata air. Salah satunya dengan cara melestarikan kawasan hutan pada mata air.

Kades Emilianus mengaku, saat ini masyarakat disiasati dengan sumber mata air lokal.

“Ada tujuh mata air yang menjadi sandaran masyarakat dengan debit air yang sangat kecil. Saat ini masih konservasi mata air Dinga,” tutur Emilianus.

Dia juga menyinggung soal proyek air bersih yang dikerjakan oleh CV. Kharisma Bakti dengan menggunakan APBD Nagekeo Tahun Anggaran 2015 senilai Rp. 1.189.730.000.

“Apapun resikonya, soal proyek air minum, harapan pemerintah desa menginginkan air bersih bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia menjelaskan, masyarakat dan pemerintah kedua desa sudah bekerja sama dengan masyarakat Gezu secara budaya.

“Ya, tinggal teknis saja. Kita menunggu bagaimana proses selanjutnya. Kita harap supaya air itu bisa dimanfaatkan masyarakat Ndora,” ujar Kades Emil.***(Ian Bala/VoN)

 

Nagekeo
Previous ArticleJudi di Arena Pameran, Polres TTU Tangkap Terduga Bandar
Next Article Ketika Sang Bapak Lebih Merujuk Pada Pengalaman, Belajarlah dari Posyandu Bapaknya Desa Boru Kedang

Related Posts

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.