Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»BKH Ajak Masyarakat Turut Berpartisipasi dalam Proses Pembentukan UU
Pilkada

BKH Ajak Masyarakat Turut Berpartisipasi dalam Proses Pembentukan UU

By Redaksi19 September 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Benny K Harman saat menyampaikan materi dalam FGD
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, Vox NTT- Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Benny K Harman (BKH) mengajak partisipasi masyarakat dalam proses pembentukan Undang-Undang (UU) di DPR.

Hal ini ditegaskan BKH saat menjadi pembicara dalam Fokus Group Discussion (FGD) bertema “Optimalisasi Partisipasi Masyarakat dalam Penyusunan Naskah Akademik dan Rancangan Undang-Undang” di Universitas Widya Mandira Kupang, Selasa (19/09/2017).

Menurut Benny, ada beberapa alasan yang menjadi dasar pentingnya memacu masyarakat dalam proses pembentukan UU yakni sebagai berikut:

Pertama, untuk mengontrol kekuasaan pembentuk UU agar tidak menyalahgunakan kekusaan mereka dalam membentuk UU;

Para pemateri dan panitia berpose usai berdiskusi

Kedua, untuk memastikan UU yang dihasilkan benar-benar sejalan dengan substansi konstitusi sebagai hukum tertinggi dalam negara;

Ketiga, untuk menjamin UU yang dihasilkan benar-benar bertujuan untuk merealisasikan cita hukum negara kita;

Keempat, untuk menyiapkan masyarakat agar mampu beradaptasi dengan perubahan yang terkandung dalam substansi UU yang dihasilkan;

Kelima, untuk mendialogkan kepentingan dan nilai-nilai yang oleh masyarakat dianggap penting agar menjadi rujukan para pembuat UU.

Keenam, partisipasi masyarakat dalam pembentukan UU merupakan apresiasi atau penghargaan terhadap prinsip kedaulatan rakyat (demokrasi) dalam politik.

“Rakyat yang berdaulat, dalam demokrasi, bukan wakil-wakilnya yang mereka pilih melalui Pemilu” tegas BKH di hadapan hadirin FGD tersebut. (BJ/VoN).

 

Kota Kupang
Previous ArticleKaryawan PLN Kefamenanu Tuntut Pemenuhan Kesejahteraan
Next Article Ketum Demokrat Tunjuk BKH Jadi Ketua Tim Investigasi Pertemuan Kabin dan Gubernur Papua

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.