Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Demi Listrik, Warga Mapitara Korbankan Ratusan Tanaman Komoditi
Regional NTT

Demi Listrik, Warga Mapitara Korbankan Ratusan Tanaman Komoditi

By Redaksi20 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sisa-sisa tanaman kemiri di saah satu titik di Desa Natakoli, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka yang telah ditebang untuk perluasan jaringan PLN
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Demi bisa menikmati listrik, warga Kecamatan Mapitara Kabupaten Sikka rela mengorbankan ratusan tanaman komoditi di sepanjang ruas Habi Bola-Hale Hebing.

Penebangan tanaman komoditi terutama kelapa dan kemiri dilakukan secara sukarela atas kesediaan warga.

Alasannya tentu karena kerinduan warga yang masih gelap gulita bahkan di saat usia kemerdekaan Indonesia memasuki tahun ke-72.

“Semuannya demi listrik jadi pemilik pohon bersedia menebang tanaman di ruas yang dilalui jaringan listrik,” terang Ketua BPD Desa Natakoli, Herbonus Nong Lado saat ditemui VoxNtt.Com di Natakoli, Jumat (15/9/2017) lalu.

Herbonus menyampaikan tidak ada ganti rugi yang diberikan kepada para pemilik tanaman.

Di sisi lain, Herbonus mengakui ada kerugian yang diderita oleh para pemilik tanaman.

Menurutnya tanaman-tamanan tersebut telah berusia puluhan tahun dan secara turun-temurun menjadi salah satu sumber pendapatan keluarga termasuk untuk membiayai pendidikan dan kebutuhan lain.

Dirinya malah menyesalkan lambatnya pembangunan jaringan. Sampai saat PLN Area Flores Bagian Timur baru melakukan pemasangan tiang.

Pantauan VoxNtt.com pada Jumat (25/9/2017) lalu tiang listrik telah tertanam sampai di Hale.

“Sudah 72 tahun merdeka kami baru dapat tiangnya saja,” tegas Herbonus.

Asisten Manager Perencanaan, I Made Arya Sukadana kepada VoxNtt.com pada Rabu, 20 September tidak ada ganti rugi oleh PLN Area Flores Bagian Timur kepada para pemilik tanaman.

Menurutnya, itu dilakukan atas dasar kerelaan warga masyarakat.

“Mereka datang dengan proposal yang salah satunya ada pernyataan kesediaan untuk merelakan lahannya dilalui jaringan listrik serta menebang pohon yang dianggap menghambat jaringan listrik,” ungkapnya.

Pendapat lain disampaikan oleh Ketua Komunitas Mahasiswa Pelajar Mapitara (Mapetra), Alexander Nasru atau yang akrab disapa Jitak.

Menurut mahasiswa Universitas Nusa Nipa ini PLN Area Flores Bagian Timur semestinya memberikan ganti rugi. Pasalnya jaringan adalah aset PLN untuk menyediakan listrik.

“Memang masyarakat akhirnya mendapatkan listrik tetapi kami membayar  agar listrik bisa menyala dan PLN jugamendapatkan keuntungan dari tambahan konsumen,” tegasnya kepada VoxNtt.com di Maumere, Rabu lalu. (Are De Peskim/AA/VoN)

Sikka
Previous ArticleDi Ende, Banyak Kendaraan Dinas Belum Bayar Pajak
Next Article Di Rumah Perlindungan Perempuan, Suster Yosepina Membantu Warga Miskin

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.