Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Proyek Gorong-gorong Irigasi Wae Kuli Diduga Dikerjakan Asal Jadi
NTT NEWS

Proyek Gorong-gorong Irigasi Wae Kuli Diduga Dikerjakan Asal Jadi

By Redaksi23 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi gorong-gorong yang retak sebelum digunakan
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Proyek pembangunan gorong-gorong untuk irigasi Wae Kuli di Desa Toe Kecamatan Reok Barat Kabupaten Manggarai diduga dikerjakan asal jadi.

Gorong-gorong tersebut bertujuan untuk mengalirkan air dari Sungai Wae Kuli di Desa Toe ke lokasi persawahan milik Warga Desa Rura yang letaknya tak jauh dari Desa Toe.

Jon Galis, Warga Desa Toe saat ditemui di lokasi proyek Kamis (21/9/2017) mengaku pembangunan gorong-gorong itu sepertinya asal cepat selesai tapi mengabaikan kualitas.

“Saya tahu itu karena saya satu yang kerja kemarin. Pada waktu kami kerja, persambungan antara gorong tidak dicor sehingga masih renggang. Setelah disusun, langsung ditutup saja dengan tanah dari atas,” terangnya.

Sebab itu, dia pesimis gorong-gorong itu nanti bisa efektif mengalirkan air ke lokasi sasaran.

“Pasti airnya bocor dan yang sampai ke Rura itu mungkin sedikit saja nanti” tukasnya.

Senada dengan Galis, rekan kerjanya Nadus mempersoalkan kualitas gorong-gorong itu. Menurutnya, gorong-gorong itu dibuat dengan campuran asal-asalan sehingga gampang rusak.

“Belum sempat digunakan saja sudah retak-retak, apalagi kalau sudah ditimbun dengan tanah pasti hancur. Belum lagi kalau nanti airnya jalan, itu lebih parah lagi karena memang tekanan air Wae Kuli itu sangat deras,” katanya.

Selain itu, dia juga mempersoalkan papan informasi proyek yang tidak terpasang di lokasi. Padahal, papan informasi itu sangat penting bagi masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan proyek tersebut.

Situasi pemasangan gorong-gorong di lokasi proyek

“Karena (papan informasi) itu tidak ada, jadinya kami bingung ini proyek punya siapa dan sampai kapan dia kerja. Soalnya kan proyek ini sudah lama, kalau saya tidak salah sejak tahun 2012,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, proyek tersebut milik Satker Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah II Provinsi NTT dan dikerjakan melalui kontrak tahun jamak (multi years). Nilai kontraknya diprediksi mencapai belasan milyaran rupiah.

Proyek tersebut dikerjakan sejak 2012 lalu dan sampai sekarang belum selesai. Belum tahu apa sebabnya sehingga selama 5 tahun proyek itu belum juga kelar. Anehnya lagi, dalam kurun waktu 5 tahun itu juga, terjadi gonta-ganti kontraktor.

Sementara, hingga berita ini diturunkan, Satker BWS Wilayah II Provinsi NTT dan kontraktor pelaksana proyek tersebut belum bisa dikonfirmasi. (Ferdiano Sutarto Parman/AA/VoN).

Manggarai
Previous ArticleTembak Warga di Matim, Oknum Polisi Dikutuk
Next Article Waspadai Kandidat ‘Siluman’ ala Parpol

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
Terkini

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.