Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Irigasi Wae Mantar II Ambruk, DPRD: Itu Karena Kualitas Buruk
NTT NEWS

Irigasi Wae Mantar II Ambruk, DPRD: Itu Karena Kualitas Buruk

By Redaksi24 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Irigasi Wae Mantar II ambruk akibat hujan lebat pada Jumat, 22 September 2017 malam
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Anggota DPRD Manggarai Marsel Nagus Ahang menyoroti peristiwa ambruknya Irigasi Wae Mantar II di Kecamatan Satarmese pada 22 September 2016 malam.

Menurut Marsel robohnya irigasi ini diduga lantaran kualitas pekerjaan sangat rendah dan buruk.

Selain karena kualitas buruk, ia juga menduga hal itu terjadi lantaran pengawasan dari konsultan kurang beres.

“Campuran semen dan batu pengikatnya asal jadi,” ujar politisi PKS itu kepada VoxNtt.com, Minggu (24/9/2017).

Karena itu, Marsel berharap kepada para penegak hukum segera melakukan penyelidikan atas proyek irigasi yang mengairi ratusan hektare sawah petani tersebut.

Menurut dia, penegak hukum penting terlibat agar memiliki efek jera terhadap instansi yang menangani proyek Irigasi Wae Mantar II.

“Yang lemah yaitu fungsi pengawasannya dan kontraktor pelaksananya wajib diproses hukum,” ujar Marsel.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, hujan lebat disertai angin kencang melanda Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Jumat 22 September 2017 malam.

Hujan sehari setelah sekian lama mengalami kemarau itu mengakibatkan Irigasi Teknis Wae Mantar II ambruk.

Irigasi yang menyalurkan air ke ratusan hektar sawah di wilayah Golo Mocok dan sekitarnya itu akhirnya putus total sejak Jumat malam.

Venan Jerahu, warga Desa Ulungali Kecamatan Satarmese mengatakan Irigasi Wae Mantar II ambruk tempatnya di Ngeo.

Beberapa meter tembok irigasi runtuh hingga menyebabkan air keluar dari dalam parit.

“Benar terjadi ambruk Irigasi Wae Mantar II pak. Itu akibat hujan deras Jumat malam,” kata Venan kepada VoxNtt.com, Sabtu (23/9/2017).

Dia berharap kepada pemerintah segera melakukan perbaikan di titik ambruk tersebut.

Sebab, jika tidak ditangani darurat maka bisa dipastikan padi-padi petani yang baru saja menanam bakal gagal tumbuh.

Hal tersebut berpotensi mengalami gagal panen untuk musim ini. (Adrianus Aba/VoN)

Manggarai
Previous ArticleSelain Kualitas Buruk, Deker di Wae Lecok Dinilai Korbankan Petani
Next Article Cerpen: Teringat Pesan Ibu

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.