Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Evaluasi Kinerja, Warga Raja Nagekeo Sebut Bupati dan Gubernur Tidak Mampu Memimpin
NTT NEWS

Evaluasi Kinerja, Warga Raja Nagekeo Sebut Bupati dan Gubernur Tidak Mampu Memimpin

By Redaksi25 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wajah Perumnas di Kabupaten Nagekeo yang sudah mubazir (Foto: Ian Bala)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Nagekeo, Vox NTT-Warga Raja, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, NTT mengevaluasi kinerja pemimpin daerah baik Bupati maupun Gubernur NTT.

Warga setempat menilai, ketertinggalan pembangunan fisik dan non fisik disebabkan pemimpin yang tidak mampu menyelesaikan sejumlah persoalan khususnya di Kabupaten Nagekeo.

Kabupaten yang baru dua periode ini dianggap salah urus karena memilih Bupati maupun Gubernur yang tidak mampu memecahkan masalah.

Benediktus Wea, warga setempat menyinggung soal sejumlah permasalahan di wilayah Nagekeo. Salah satu yang disebut dia adalah permasalah pembebasan lahan yang belum terselesaikan.

“Karakter feodalisme itu yang masih pakai sehingga semua pembangunan mubazir. Mestinya pemimpin harus paham karakter serta kebutuhan masyarakat bukan sikap serakah yang dipertunjukkan,”katanya kepada Voxntt.com di Raja pada Senin (25/9/2017).

“Sepertinya sedang haus kekuasaan dan tidak melihat kelemahan selama memimpin,”katanya lagi.

Dia mengatakan, selain Bupati, sikap Gubernur sebagai perpanjang tangan Presiden mesti dipertunjukkan sesuai tradisi budaya. Hal ini dimaksud agar masyarakat tidak dianggap sebagai kontra politik pemimpin.

“Gubernur juga punya tanggung jawab. Kalau melihat persoalan seperti ini, harusnya tidak menjauh dengan masyarakat. Gubernur dan Bupati itu kerja untuk masyarakat bukan melayani sesama para penguasa,”katanya tegas.

Hal serupa diungkapkan Eusabius saat ditemui di kediamannya. Ia menyebutkan, Kabupaten Nagekeo merupakan kabupaten yang banyak menyimpan sejumlah persoalan.

Dia berharap agar pemimpin yang baru dapat menyelesaikan sejumlah persoalan salah satunya pembebasan lahan pembangunan fasilitas umum.

“Pak tahu kalau kita di sini selalu mengalami persoalan tanah. Pemimpin harus refleksi diri kalau wilayahnya banyak masalah. Jadi, kami harap pemimpin yang baru (Bupati dan Gubernur) bisa selesaikan masalah-masalah itu,”imbuhnya. (Ian Bala/AA/VoN)

Ende Nagekeo
Previous ArticlePolres TTU Gerebek Perjudian Sabung Ayam di Pasar Sungkean
Next Article Rintih Resah Ribuan Warga Eks Tim-Tim di Kantor Gubernur NTT

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.