Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Niko Martin: DPR itu wakil rakyat, bukan untuk kerja proyek
NTT NEWS

Niko Martin: DPR itu wakil rakyat, bukan untuk kerja proyek

By Redaksi28 September 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Niko Martin (Foto: Flores Editorial)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Aktivis Anti Korupsi Niko Martin turut angkat bicara terkait dugaan anggota DPRD Manggarai Timur (Matim) berinisial AJ yang mengerjakan proyek.

AJ diduga pemilik salah satu proyek deker di Wae Lecok, Kecamatan Poco Ranaka Timur.

Hingga kini deker tersebut sudah jebol. Padahal baru dikerjakan pada tahun 2016 lalu.

” Jika anggota dewan kerja proyek, maka sebenarnya mereka sedang mengambil alih tugas eksekutif. Tentu ini melanggar aturan terutama UU MD3,” tegas Niko kepada VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp, Kamis (28/9/2017).

Menurut dia, DPRD adalah representasi rakyat. Dia bertugas untuk menyuarakan kepentingan rakyat itu sendiri.

Tugas ini tentu berbeda dengan eksekutif. Eksekutif kata Niko, bertugas untuk mengeksekusi program pembangunan.

“Kalau benar ada oknum anggota dewan kerja proyek pemerintah sebagaimana diberitakan VoxNtt maka, saya sebagai warga masyarakat sangat kecewa karena mereka memanfaatkan jabatan untuk mengumpulkan harta kekayaan,” tegas Niko.

Sorotan terhadap AJ tidak hanya disampaikan Niko. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai juga turut mengecam oknum DPRD Matim tersebut.

”Wakil rakyat hanya menganggarkan bukan mengerjakan proyek,” tegas Ketua GMNI Cabang Manggarai, Martinus Abar melalui pesan WhatsApp, Rabu (24/9/2017).

Martinus menyatakan, jika benar dugaan itu maka AJ mengabaikan tiga fungsi utamanya sebagai wakil rakyat.

Menurut dia ketiga fungsi DPR yakni, anggaran, kontrol/pengawasan, dan legislasi.

“GMNI menilai bahwa jika benar demikian bahwa DPRD Matim kerja proyek, maka wakil rakyat tersebut sudah melanggar tiga fungsi itu,” ujar Martinus.

Karenanya, dia meminta agar wakil rakyat dan pemerintah tetap menjaga kepercayaan masyarakat.

Sebab, informasi adanya anggota DPRD Matim yang mengerjakan proyek bisa menimbulkan mosi tidak percaya masyarakat terhadap wakil rakyat dan pemerintah.

Baca: GMNI Kecam Oknum DPRD Matim yang Diduga Kerja Proyek

Sebelumnya, warga desa Golo Lero Yosep Santu saat ditemui di Wae Lecok, Selasa 19 September lalu menduga deker yang sudah jebol tersebut dikerjakan anggota DPRD Matim berinisial AJ.

“Proyeknya anggota DPRD dari sini. Dari desa Tango Molas. Yang kerjanya juga ini, orang-orang dari desa Molas. Padahal lokasi proyek ini di desa Golo Lero,” ujar Yosep.

Baca: Belum Setahun, Deker di Wae Lecok Lawir Sudah Jebol

Terpisah, Sekretaris Dinas PU Matim, Yosep Marto saat dihubungi melalui telepon mengaku sudah mengetahui kondisi deker yang sudah jebol di Wae Lecok itu dari masyarakat.

“Saya sudah minta PPK-nya supaya perintah kontraktor untuk segera perbaiki deker tersebut. Apalagi proyek itu dalam masa pemeliharaan. Kami akan panggil kontraktor untuk buat surat pernyataan, supaya dia segera perbaiki deker itu,” kata Marto.

Yosep sendiri membantah proyek itu milik salah satu anggota DPRD Matim”Itu tidak benar,” katanya.

Baca: Selain Kualitas Buruk, Deker di Wae Lecok Dinilai Korbankan Petani

“Proyek itu dikerjakan oleh kontraktor. Tidak ada proyek di Matim yang dikerjakan oleh DPRD,” tegas Marto.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan, anggota DPRD Matim berinisial AJ tersebut belum berhasil dikonfirmasi. (Nansianus Taris/AA/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleAncam Korban Dugaan Pemerkosaan, Oknum Polisi dari Polres Manggarai Dikecam
Next Article Proyek Air Minum Rp 1,1 Miliar Hanya Jadi Pajangan di Ndora Nagekeo

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.