Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Persoalan Sampah di Labuan Bajo Jadi Perhatian Kementrian Kelautan
NTT NEWS

Persoalan Sampah di Labuan Bajo Jadi Perhatian Kementrian Kelautan

By Redaksi29 September 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Peserta gerakan bersih pantai dan laut sedang memungut sampah di pelabuhan Labuan Bajo (Foto: Satria/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia mengajak masyarakat Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) untuk peka terhadap persoalan sampah yang ada di pantai dan laut.

Hal itu disampaikan Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Balok Budiyanto saat sambutan pada apel gerakan Bersih Pantai dan Laut, Jumat (29/9/2017) di lapangan Kampung Ujung, Labuan Bajo.

KKP bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar melaksanakan kegiatan bersih pantai dan laut dengan peserta dari sejumlah instansi lingkup Pemkab Mabar, LSM pegiat sampah, komunitas peduli kebersihan di Labuan Bajo dan masyarakat Kelurahan Labuan Bajo.

Gerakan bersih pantai dan laut itu bertujuan untuk mengembangkan rasa memiliki dan kepedulian untuk menjaga kelestarian laut serta menumbuhkan kecintaan pada budaya bahari sebagai jati diri bangsa Maritim.

Pada acara tersebut KKP menyerahkan secara simbolis bantuan alat pengelolahan sampah plastik kepada Pemkab Mabar yang diterima oleh Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula.

Balok Budiyanto mengatakan isu pencemaran sampah di Labuan Bajo perlu menjadi perhatian bersama masyarakat dan Pemkab Mabar.

Hal itu sangat berdampak pada terhadap pengembangan industry pariwisata di Labuan Bajo dimana Pulau Komodo saat ini sebagai ikon pariwisata dunia.

Menurutnya, pencemaran yang terjadi di Labuan Bajo sebagian besar disebabkan oleh prilaku manusia yang kurang peduli dengan membuang sampah dan limbah tidak pada tempatnya. Bahkan, ada fenoemena menganggap laut sebagai keranjang sampah sehingga menyebabkan beban pencemaran di perairan Labuan Bajo kian hari kian parah.

“Mulai dari lingkungan masing-masing agar membuang sampah pada tempatnya dan masyarakat Labuan Bajo harus peduli dengan persoalan sampah ini,’’ tegas Balok.

Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula pada kesempatan itu mengaku persoalan sampah di perairan Labuan Bajo saat ini menjadi masalah serius yang harus segera ditangani.

Dirinya meminta Pol PP agar tegas menyampaikan kepada masyararakat yang tinggal di seputar pantai agar tetap menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah pada tempat.

“Perda tentang sampah itu sudah ada, saya tegaskan kepada Pol PP agar bertindak tegas kepada masyarakat yang tinggal dekat pantai yang membuang sampah di pantai dan laut,’’ tegas Gusti Dula.

Dia juga mengucap terima kasih kepada relawan peduli sampah Labuan Bajo (LPK2L) yang selama ini serius mengurus sampah di wilayah pantai dan laut Labuan Bajo.

Kekuarangan Peralatan Kebersihan

Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula mengaku yang menjadi kendala mengatasi persoalan sampah di Labuan Bajo yakni keterbatasan peralatan kebersihan.

Kendaraan yang dimaksud Dula adalah kendaraan pengangkut sampah yang terbatas. Selain itu, tenaga kerja dari Pemkab Mabar yang  mengurus sampah juga sangat terbatas.

Tahun 2018 kata dia, pihaknya mendapat bantuan dari Kementerian Lingkungan hidup sebesar Rp 20 miliar untuk pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Dengan bantuan tersebut nantinya dapat meminimalisir masalah sampah di Labuan Bajo.

“TPA terus kita benahi dengan harapan sampah dapat langsung diantar ke TPA nantinya,’’ katanya. (Gerasimos Satria/VoN).

Manggarai Barat
Previous ArticleUskup Hubert Leteng Tak Hadir dalam Missio Canonica STIPAS Ruteng
Next Article Siksa Siswa Jilat Kloset, Guru Honorer di SMPN 4 Poco Ranaka Dipecat

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.