Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Menteri ESDM Ajak PMKRI Bangun Bangsa Dengan Semangat Pancasila
HEADLINE

Menteri ESDM Ajak PMKRI Bangun Bangsa Dengan Semangat Pancasila

By Redaksi30 September 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Menteri ESDM, Ignasius Jonan berpose bersama Pengurus Pusat PMKRI usai dialog terbuka KSN di Makasar (Foto : Doc. PMKRI)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Ignasius Jonan, hadir dalam acara Konferensi Study Nasional (KSN) yang diselenggarakan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Makasar.

Dalam dialog terbuka, Jonan mengajak seluruh anggota PMKRI agar membangun bangsa dengan semangat Pancasila.

Menurut Jonan, PMKRI dengan anggota yang tersebar seantero Indonesia tidak boleh merasa sebagai kaum minoritas di tengah perbedaan. Sebab menurut dia, membangun bangsa yang besar semangatnya tetap melalui bingkai Pancasila.

“PMKRI tidak boleh eksklusif dalam melihat perbedaan yang ada serta jangan merasa sebagai kaum minoritas,” ungkap Jonan, Sabtu (30/9/2017) di aula hotel Clarion, Makasar.

Sementara Ketua Presidium Pusat PMKRI, Angelo Wake Kako menegaskan, KSN merupakan forum strategis bagi PMKRI untuk mengkaji permasalahan aktual bangsa. Menurutnya, persoalan radikalisme dan kesenjangan sosial menjadi topik kajian PMKRI saat ini.

Dengan tema “Radikalisme dan Kesenjangan Sosial dalam Dimensi Pembangunan Nasional,” jelas Angelo, untuk menguatkan fundamentalisme, yakni fundentalisme pasar dan fundamentalisme agama dalam konteks kebangsaan.

Ia berharap, forum ilmiah KSN dapat menghasilkan rekomendasi strategis guna perbaikan bangsa ke depan. Dengan ini maka PMKRI akan ikut terlibat melalui aksi-aksi nyata yang akan dijalankan di seluruh Indonesia.***(Kim/Ian Bala/VoN)

Ende
Previous ArticleHantu Saracen dan Disfungsi Parpol
Next Article Mengenai Isu Impor Senjata, Begini Tanggapan Partai Demokrat

Related Posts

KemenHAM Dorong Youth Ranger Indonesia Jadi Agen Penyebar Nilai HAM

16 Juni 2026

Demokrat Bantah Keterlibatan AHY dalam Kasus BGN, Minta Media Sajikan Informasi Terverifikasi

10 Juni 2026

420 Warga Tengki Seribu Minta Natalius Pigai Turun Tangan Awasi Pemenuhan HAM di Lokasi Relokasi

9 Juni 2026
Terkini

Camat Reok Cup III Siap Bergulir Pertengahan Juli

2 Juli 2026

Manggarai Timur Hadapi Lonjakan Bunuh Diri, Dinas Sebut Peran Ayah Perlu Diperkuat

2 Juli 2026

Masyarakat Harus Gunakan Lahan untuk Porang, Bukan untuk Tambang

1 Juli 2026

Reses di Manggarai Timur, Siena Katarina Bantu Pembangunan Gereja Stasi Bangka Jari

1 Juli 2026

Satreskrim Polres Mabar Selesaikan Kasus Penipuan Wisatawan Malaysia lewat Restorative Justice

1 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.