Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Produksi Garam Meningkat, Kadis Kelautan Nagekeo Sebut Masih Ada Kendala
Regional NTT

Produksi Garam Meningkat, Kadis Kelautan Nagekeo Sebut Masih Ada Kendala

By Redaksi2 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Penampakan produksi garam lokal di Desa Tonggurambang Nagekeo (Foto : Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Nagekeo, Vox NTT- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nagekeo, Lukas Mere, mengaku produksi garam lokal yang dikelola oleh kelompok produksi usaha garam rakyat (Pugar) beranjak naik hingga dua ton pada musim ini.

Meningkatnya produksi garam lokal dipengaruhi cuaca yang relatif baik pada area lokus garam, yakni Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa dan Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae.

Selain itu, Kadis Lukas mengklaim, peningkatan tersebut juga dipicu oleh sistem pemberdayaan kepada kelompok masyarakat di dua wilayah tersebut.

“Jadi, sistem pemberdayaan yang kita lakukan kepada masyarakat. Kita bersyukur karena tahun ini produksi garam meningkat,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, kawasan Perkantoran Setda Nagekeo, Senin (3/10/2017) siang.

Ia menjelaskan, produksi garam dengan kualitas dua atau K-2 tersebut meningkat dari produksi sebelumnya. Bahkan meningkat lebih dari itu pada kondisi suhu mencapai 33 derajat celcius.

“Harga lokal juga baik, 50 kilo seharga 150 ribu rupiah. Dulu perkilo hanya 1500 rupiah,”ujar Kadis Lukas.

Selain kondisi harga membaik, garam yang dihasilkan juga bersih serupa kristal. Dengan ini, ia berharap agar PT. Cheetham Garam Indonesia dapat mengambil sebagai bahan produksi garam beryodium.

“Kita tetap jaga supaya kualitas meningkat menjadi K-1. Kalau kualitas sudah memenuhi standar maka kita akan komunikasi dengan perusahan ini,” katanya.

Meski demikian, Kadis Lukas keluhkan sejumlah fasilitas yang kurang memadai. Salah satu yang ia sebut adalah kendala terpal geomebral dan ulifilter sebagai penyaringan agar kualitas garam menjadi K-1.

“Harus beli di Surabaya karena di sini tidak ada. Nah, kalau semua ada maka kita bisa produksi garam yodium,” katanya.

Sementara Penyuluh kelompok garam, Wahyudi Azhari Rabha juga keluhkan status tanah yang bukan korporatif. Para kelompok hanya bekerja sebagai penggarap.

“Semua total menjadi 30 kelompok Pugar. Mereka hanya penggarap karena tanah belum memiliki sertifikat,” katanya.

“Kalau tidak masalah, saya sangat yakin produksi lebih dari produksi tahun ini,” tutur Azhari.***(Ian Bala/VoN)

Nagekeo
Previous ArticlePraperadilan Jimi Ketua Ditolak 
Next Article PMKRI Ruteng Raih Juara Satu Presentasi Makalah dalam KSN

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.