Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Menyingkap Suasana Hati Orang Rote Lewat Seni Tari
HEADLINE

Menyingkap Suasana Hati Orang Rote Lewat Seni Tari

By Redaksi3 Oktober 20174 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tarian tradisional Rote (Foto:www.rotendaokab.go.id)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Jangan ngaku kenal Indonesia kalau dalam memori kita hanya melintas Sabang dan Merauke, sedangkan Kabupaten Rote Ndao, salah satu pulau terluar Indonesia masih gagap dari ingatan kita.

Kabupaten Rote Ndao adalah salah satu pulau paling selatan dalam jajaran kepulauan Nusantara. Pulau-pulau kecil yang mengelilingi pulau Rote antara lain Pulau Ndao,Ndana, Naso, Usu, Manuk, Doo, Helina, dan Landu.

Pulau Rote merupakan salah satu pulau yang daratannya dihiasi Pohon Lontar (pohon tuak). Pulai terpencil yang dikelilingi oleh lautan luas yang indah ini bahkan memiliki  satu pantai yang terkenal dengan keindahan pantai dan ombaknya. Pantai tersebut bernama Nembrala yang terletak di Desa Delha.

Pada tahun 2010 silam, keindahan pantai ini semakin dikenal ke kancah internasional saat menjadi  ajang Tournament Surfing International.

Namun keindahan pantai saja belum cukup untuk mengenal Rote. Daerah tempat asal alat music Sasando ini ternyata memiliki budaya tari yang cukup unik hingga saat ini.

Tarian-tarian ini biasa diperagakan saat upacara penjemputan tamu, merayakan suka cita hasil panen dan berbagai ritual budaya setempat. Berikut beberapa budaya tari khas Rote yang kami olah dari situs www.rotendaokab.go.id, situs resmi pemerintah kabupaten Rote Ndao.

Tarian Te’o Renda

Tarian ini biasanya diperagakan saat upacara suka cita panen di kalangan masyarakat. Tari yang biasa dibawakan secara masal ini diiringi lagu Te’o Renda, dengan syair yang menggambarkan wujud ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.

Lagu ini dinyanyikan dengan penuh semangat dan sukacita ketika hasil panen yang berlimpah itu telah dibawa ke rumah.

Lagu dan tarian Te’o Renda ini juga dibawakan saat menyambut para tamu atau pembesar yang berkunjung ke daerah itu. Makna dari tarian ini adalah wujud suka cita masyarakat dalam menyambut para tamu tersebut.

Tari Kaka Musuh

Tari Kaka Musuh/tari perang merupakan tari tradisional daerah Rote. Tarian ini menggambarkan kesiapan prajurit dalam menghadapi musuh. Selain itu, Kaka Musuh juga dipakai sebagai tari pengiring pasukan ke medan perang.

Manfaat sekarang biasa dipakai untuk menyambut pembesar yang berkunjung ke daerah Rote, dan juga dipakai pada acara-acara adat lainnya seperti upacara kematian, pesta perkawinan, serta rumah baru. Tarian Kaka Musuh sangat populer di Rote Ndao, diciptakan oleh seorang panglima tradisional dari Kerajaan Thie bernama Nalle Sanggu pada abad ke-17 silam.

Saat itu, Kerajaan Thie menghadapi perang dari beberapa kerajaan di Rote yakni Kerajaan Dengka, Termanu, dan Keka. Perang saudara terjadi akibat adu domba  kolonial Belanda untuk menguasai Rote.

Tari Tai Benuk

Tari Tai Benuk merupakan tari tradisional/tari pergaulan yang sangat popular dalam masyarakat Rote Ndao. Biasa digelarkan pada acara adat seperti upacara perkawinan adat/pernikahan, peminangan, pelantikan tokoh adat, pesta rumah baru, dan sebagainya.

Tari Ovalangga

Tari Ovalangga merupakan tari garapan baru daerah Rote. Tari yang sudah popular ini mengisahkan kenangan pahit nan menyedihkan saat tentara Jepang menguasai Pulau Rote pada tahun 1942.

Kaum laki-laki dipaksa berlayar ke Kupang untuk kerja paksa. Mereka sedih karena meninggalkan istri, anak, dan keluarga. Tari ini diiringi lagu Ovalangga sebagai lagu kenangan di masa penjajahan.

Lagu Ova Langga itu sendiri diciptakan pada tahun 1945 di Rote, tepatnya di Pelabuhan Pantai Baru pada masa penjajahan Jepang.

Ketika mereka berkumpul di Pelabuhan Pantai Baru, sudah menanti kapal atau perahu yang akan membawa mereka ke Kupang. Kesedihan itu muncul tatkala mengingat kenangan bersama istri, anak dan sanak saudara yang ditinggalkan di kampung halaman.

Dalam suasana hati sedih dan haru itulah terciptalah lagu Ova Langga. Ova Langga berasal dari kata ovak yang berarti perahu atau kapal dan langga yang berarti Kepala.

Tari Sakaliti

Tari Sakaliti menggambarkan para petani sadap lontar yang bersiap-siap menyambut musim panen. Tari ini menceritakan suasana hati para petani yang merasa senang karena musim panen gula/tuak yang merupakan penghasilan pokok bagi orang Rote telah tiba.

Dari ulasan singkat ini dapat disimpulkan bahwa di balik tarian orang Rote tersingkap kenangan, peristiwa, dan suasana  hati yang cukup dalam.

Di balik setiap lekak-lekuk gerakan tari ini juga menyingkap dinamika kehidupan masa lalu yang patut dikenang sebagai pelajaran untuk masa depan orang Rote bahkan bangsa Indonesia. (VoN).

Rote
Previous ArticleRayakan Hari Pancasila, SMA di Ngada Ikuti Lomba Menulis dan Membaca Berita Radio
Next Article Di Belu, Ada Tenaga Kesehatan yang Diupah Rp 150 Ribu

Related Posts

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026

Telan DAU 989 Juta, Proyek Lapen Lidang – Rambe Bermutu Buruk, Ada Dugaan Keterlibatan Kades

19 Desember 2025

Gubernur NTT: Tenun Ikat Bukan Sekadar Kain, Melainkan Identitas Daerah

14 Desember 2025
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.