Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Lagi, Mahasiswa Undana Tewas Ditikam di Bukit Cinta
NTT NEWS

Lagi, Mahasiswa Undana Tewas Ditikam di Bukit Cinta

By Redaksi4 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Petugas dari Polresta Kupang saat melakukan olah TKP. (Foto: Leny)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang Vox NTT- Seorang mahasiswa semester VII (tujuh) di Fakultas Pertanian (Faperta) Undana, asal Kabupaten Malaka, Mojinu Oforsu tewas ditikam di Bukit Cinta, Penfui Kota Kupang, Selasa (3/10/2017) malam.

Menurut pengakuan keluarga korban, Ajido Manek, kepada wartawan, Rabu (4/10/2017) korban merupakan anggota dari perguruan bela diri kera sakti.

Jasat Korban saat dikerumuni keluarga di RS Siloam Kupang. (Foto: Leny)

Korban tewas akibat ditikam oleh sekelompok anak muda yang diduga dari perguruan silat SHT sehingga mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh korban.

Dugaan bahwa pelaku merupakan anggota PSHT, karena menurut keterangan Ajido sebagaiamana diakui teman korban, sekelompok anak muda itu berseragam hitam, menggunakan tali kompor (tali putih) dan pegang tongkat.

“Mereka seragam hitam semua, pake tali kompor dan tongkat” jelas Ajido.

Ajido mengaku, korban yang merupakan keponakannya tidak punya masalah sebelumnya.

“Tidak ada, sejak dari SD, SMP, SMA sampai sekarang dia tidak tahu masalah “ aku anggota DPRD Kab. Malaka dari Fraksi Gerindra ini.

Bekas darah korban, pada pakaian yang dikenakan korban. (Foto: Leny)

Sementara saksi mata, Jemi Mali menjelaskan kejadian itu bermula ketika dirinya bersama korban, keluar dari kos di Penfui, untuk mencari makan di arah Bandara.

Pada saat pulang dihadang sekelompok anak muda yang menurut pengakuan Jemi adalah anggota PSHT.

“Kami keluar cari makan di bandara sana, pas kami pulang kembali mereka menghalang kami di kos,” tutur Jemi.

Mewakili orang tua korban, Ajido Manek meminta kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku yang saat ini masih dalam pengejaran.

Kasus ini sementara ditangani pihak kepolisian resort kupang kota. Sementara korban hari ini juga dipulangkan ke rumahnya di Kabupaten Malaka. (Tarsi Salmon/VoN)

Kota Kupang
Previous ArticleDianiaya, Seorang Tahanan Tewas dalam Rutan Penfui
Next Article Kejari Manggarai Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi Proyek Gedung Inspektorat Matim

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.