Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Puluhan Rumah di Kecamatan Lembor Ambruk Rata Tanah
NTT NEWS

Puluhan Rumah di Kecamatan Lembor Ambruk Rata Tanah

By Redaksi5 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rumah masyarakat Tangge yang ambruk akibat hujan disertai angin puting beliung
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo,Vox NTT– Puluhan rumah milik warga Kelurahan Tangge dan Desa Ngancar, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) ambruk dan rata tanah.

Hal itu akibat hujan angin puting beliung yang terjadi dari Siang hingga Sore pada Kamis (5/10/2017).

Dalam musibah bencana alam itu tercatat untuk Kelurahan Tangge sebanyak 13 rumah ambruk rata tanah, 23 dapur rumah rusak berat, 6 buah gudang penggilingan padi rusak berat dan ringan, dan satu depot isi air ulang rusak berat.

Sedangkan untuk Desa Ngancar sedikitnya 3 rumah dan sejumlah dapur ambruk rata tanah.

Dalam kejadian itu juga, salah satu Warga asal Desa Poco Ruteng bernama Stanis Abit dilarikan ke Puskesmas Lembor karena luka berat akibat tertimpa rumah dipersawahan Poco Koe.

“Seluruh pemilik rumah diungsikan di rumah keluarga mereka masing-masing yang ada di wilayah itu,” ujar Camat Lembor, Paulus Malu kepada VoxNtt.com.

Dia mengaku hingga kini, para staf Kecamatan Lembor masih berada di dua desa itu untuk melakukan pendataan kerugian yang dialami masyarakat.

“Secara lisan, bencana itu sudah disampaikan ke Bupati Mabar. Namun,Bupati minta membuat laporan tertulis,” kata Malu.

Terpisah, Anggota DPRD Mabar Editadius Endi meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar untuk segera merespon bencana itu agar masyarakat yang menjadi korban bencana tidak terlalu berlama-lama mengungsi di rumah keluarga.

“Kita sudah berkomunikasi dengan instasi terkait seperti BPBD dan Dinas Sosial agar secepatnya turun ke kelurahan Tangge dan Desa Nggancar,” harapnya. (Gerasimos Satria/AA/VoN)

Manggarai Barat
Previous ArticleLahir Tanpa Batok Kepala, Begini Penjelasan dokter
Next Article Di Ende, 11 Desa Akan Menerima Bantuan Beras Bencana Sosial

Related Posts

SMP Tujuh Tangkai Pulau Boleng Buka Pendaftaran Siswa Baru, Permudah Akses Pendidikan Anak Kepulauan

29 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026
Terkini

Polisi Patroli dan Pantau Camp Pemuda GMIT di Amarasi Timur

30 Juni 2026

Suami Korban Dugaan KDRT di Nagekeo Pilih Berdamai dengan Istri setelah Diancam Video

29 Juni 2026

SMP Tujuh Tangkai Pulau Boleng Buka Pendaftaran Siswa Baru, Permudah Akses Pendidikan Anak Kepulauan

29 Juni 2026

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.