Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Lima Ratus Hektare Sawah Baru Segera Dicetak di Ngada dan Nagekeo
Regional NTT

Lima Ratus Hektare Sawah Baru Segera Dicetak di Ngada dan Nagekeo

By Redaksi6 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dandim Ngada_voxntt.com
Letnan Kolonel Czi Arman Hidayah, Dandim 1625 Ngada (Foto: Arton/VoN)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Sebanyak 518 hektare sawah baru segera dicetak di Kabupaten Ngada dan Negekeo.

Proyek pembukaan sawah baru tersebut merupakan program upaya khusus (upsus) dari Kementrian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan TNI.

Dandim 1625 Ngada Letkol Czi Arman Hidaya mengatakan hal tersebut kepada VoxNtt.com usai apel HUT TNI ke-72 di lapangan Kartini Bajawa, Kamis (5/10/2017).

Dandim Arman mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan mencetak sawah baru di dua kabupaten tersebut.

Dari total tersebut lanjutnya, seluas 88 hektare diantaranya segera dicetak di Kabupaten Ngada. Sedangkan 430 hektare lainnya akan dibuka di Kabupaten Nagekeo.

Rencananya, sawah baru yang akan dibuka di Ngada  terdapat di Desa Tanah Timur dan Mainai Kecamatan Wolomeze.  Lalu, di Desa Sobo Kecamatan Golewa Barat dan Desa Sambinasi Kecamatan Riung.

Selanjutnya, untuk Kabupaten Nagekeo nanti akan dicetak  di wilayah Mbay Kiri Kecamatan Aesesa.

Dandim Arman mengaku di tahun sebelumnya TNI juga telah melakukan percetakan sawah baru di dua kabupaten tersebut. Di Ngada seluas 46,5 hektare dan Nagekeo seluas 72 hektare.

Disentil soal percetakan sawah di wilayah Mbay Kiri Kecamatan Aesesa-Nagekeo yang hingga kini menjadi polemik, Arman menyatakan ‎akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat untuk mengambil alih.

“Ya kalau persoalan itu tidak diselesaikan TNI dan pemerintah yang kelola nanti,” ujarnya.

Untuk diketahui, polemik di Mbay Kiri itu yakni warga Mbay I menolak pembagian sawah karena dinilai tidak adil.

Baca: Ditentang Warga, Pembagian Sawah Mbay Kiri‎ Berhenti

Menurut warga pembagian lahan sawah tersebut tidak sesuai dengan kesepakatan antara pemerintah pada zaman kepemimpinan Bupati Yohanes Samping Aoh dengan masyarakat.  (Arkadius Togo/AA/VoN)

Ngada
Previous ArticlePerpustakaan SMPN Miotim TTU Dilahap Si “Jago Merah”
Next Article Perkara Korupsi Pembangunan Pasar di Ruteng Naik ke Tahap Penyidikan

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.