Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Asty Dohu dapat Makian Anjing Sebelum Dipecat, Soppan: Ini Peristiwa Piluh
NTT NEWS

Asty Dohu dapat Makian Anjing Sebelum Dipecat, Soppan: Ini Peristiwa Piluh

By Redaksi11 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Maria G.S Ratna (Foto: Facebook Sufaldi Ratna)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Ketua Solidaritas Perjuangan Perempuan dan Advokasi Korban Kekerasan (Soppan), Maria G.S Ratna turut menyorot peristiwa pemecatan Asty Dohu dari Tenaga Harian Lepas (THL) oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Manggarai Timur (Matim), Hironimus Nawang.

Menurut Ratna pemecatan itu merupakan peristiwa memiluhkan. Apalagi Asty Dohu yang adalah seorang perempuan sebelum dipecat dikabarkan pernah mendapatkan kekerasan verbal berupa makian anjing oleh Kadis Nawang.

“Ironisnya yang terjadi kan pemecatan tanpa sebuah proses panjang. Dalam kurun waktu satu hari saja, langsung dengan keluarnya SK pemecatan,” ujar dia saat dihubungi VoxNtt.com melalui sambungan telepon, Rabu (11/10/2017).

Ratna sendiri menegaskan pemecatan Asty Dohu dari THL tersebut justru tidak menyelesaikan persoalan.

“Apakah dengan pemecatan bisa menyelesaikan persoalan? Tentu jawabannya  tidak,  justru akan menimbulkan persoalan baru,” tegasnya.

Baca:

  • Miris, THL ini Dikatai Anjing Sebelum Dipecat Kadis Kominfo Matim
  • Asty Dohu: Saya Tidak Bentak dan Tantang Kadis Kominfo Matim
  • Asty Dohu Dipecat, GMNI Sebut Kadis Kominfo Matim Menyalahi Aturan
  • GMNI Manggarai Desak Copot Kadis Kominfo Matim
  • Terkait Pemecatan Asty Dohu, GMNI Sebut Kadis Kominfo Matim Otoriter
  • Dipecat dengan Alasan Sering Tidak Hadir, Ini Tanggapan Asty Dohu
  • Tidak Ada Pertimbangan Soal Ketidakhadiran di Surat Pemecatan Asty Dohu

Lebih lanjut kata dia, pemecatan Asty Dohu itu menunjukkan ketidakmampuan pimpinan dalam mengelola tiga kecerdasan dengan baik.

Ketiganya yakni, kecerdasan intelektual, emosional, dan kecerdasan religius atau hati nurani yang bening.

“Sebenarnya kasus ini sangat sederhana, kalau bisa diselesaikan dengan bijak oleh Pa Hiro (Kadis Kominfo Matim) sebagai seorang pemimpin,” tukas Ratna.

“Karena kasus ini sebenarnya ibarat anak dengan bapaknya, demikian sebaliknya. Harapannya bagaimana Pa Hiro mengedepankan dialog dengan anak selaku bawahannya,” tambah dia. (Ferdiano Sutarto Parman/AA/VoN)

Manggarai
Previous ArticleProyek di Dinas Pertanian Ngada Sudah 100 Persen
Next Article Ini Alasan Parpol di TTU Belum Masukkan Berkas Verifikasi

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.