Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Nyatakan Mosi Tak Percaya, Gertak Orasi Membelakangi Mapolres Ende
HEADLINE

Nyatakan Mosi Tak Percaya, Gertak Orasi Membelakangi Mapolres Ende

By Redaksi16 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ormas Gertak Flores-Lembata melakukan aksi kasus dugaan gratifikasi oleh sejumlah anggota DPRD Ende beberapa waktu lalu (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Sejumlah ormas yang tergabung dalam Forum Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gertak) Flores dan Lembata nyatakan mosi tak percaya terhadap Kepolisian Resort Ende.

Sikap tidak percaya ini merespon lambannya kinerja Kepolisian dalam menuntaskan kasus dugaan gratifikasi oleh sejumlah anggota DPRD Ende.

Kasus yang sempat mencuat pada tahun 2015 hingga kini belum dituntaskan oleh Kepolisian. Padahal, sudah mengantongi sejumlah alat bukti yang diberikan oleh sejumlah ormas.

Selain lamban proses penyelidikan, ketidakhadiran Kapolres AKBP Ardiyan Mustaqim pada setiap kali aksi serta alasan tidak memberi bukti tertulis laporan masyarakat terkait kasus dugaan gratifikasi di lembaga DPRD Ende, menurut Gertak, merupakan rekayasa Kepolisian untuk menghentikan proses penyelidikan.

Selain itu, pihak Kepolisian dinilai sengaja menghalangi Gertak untuk melaporkan kasus tersebut ke Ombudsman.

“Padahal, Gertak sudah menambahkan data setiap kali aksi. Kurangnya dimana, kwitansi ada, pemberi ada, penerima ada, dokumen permulaan ada, ada khas masuk. Lalu kurangnya dimana. Dengan ini kami menilai tidak percaya dengan polisi,” katanya di Mapolres Ende, Senin (16/10/2017).

Tidak percayanya terhadap Kepolisian, Kanis kemudian berorasi membelakangi Mapolres Ende diikuti puluhan peserta aksi lainnya.

Aksi membelakangi Mapolres sebagai bentuk ketidakpercayaan Gertak terhadap Kepolisian Resort Ende dalam menangani sejumlah kasus korupsi di Ende.

“Saya sudah tidak percaya dengan penegak hukum Kepolisian Resort Ende. Saya katakan terkutuklah kalian apabila ada konspirasi dengan oknum-oknum terkait,” kata Kanis.

Menanggapi itu, Waka Polres Ende Johanis M. Kobis tidak berkomentar terkait kasus dugaan gratifikasi. Ia beralasan tidak komentar sebab Kapolres Ende sedang bertugas luar.

“Untuk sementara saya tidak berkomentar ya, karena pimpinan tidak berada di tempat. Jadi, saya tidak komentar, dan kalau saya komentar kalau pimpinan berada di tempat,” kata Waka Johanis.

Sebelumnya, Kapolres Ende menyatakan kasus dugaan gratifikasi sedang tahap penyelidikan. Selama proses tahap ini, pihak Kepolisian menemukan fakta bahwa uang sudah dikembalikan.

“Kalau kita teruskan dimana letak kerugian negara. Ngga dapat, ngga bisa. Kerugian negara ndak ada,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu, 23 September lalu.

Penulis: Ian Bala

Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleProyek Irigasi yang Diduga Milik THL di Matim Dijebol Warga
Next Article Pelajar SMAK Bhaktiyarsa Maumere Diberi Kesempatan Berwirausaha

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.