Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pemkab Matim Bantah THL Kerja Proyek
Regional NTT

Pemkab Matim Bantah THL Kerja Proyek

By Redaksi17 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Salah satu titik proyek irigasi di Desa Golo Wune yang diduga milik YA, salah satu THL di Matim (Foto: Nansianus Taris/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Pemkab Matim) membatah YA, inisial salah satu Tenaga Harian Lepas (THL) telah mengerjakan proyek saluran irigasi di Kali Wae Wase Nalo, Desa Golo Wune, Kecamatan Poco Ranaka.

Pemkab Matim melalui Kasubag Humas dan Protokoler, Agus Supratman menyatakan dugaan masyarakat yang menyebut proyek irigasi itu dikerjakan YA tidaklah benar.

“Pemilik CV Rahma Kurnia sebagai kontraktor pelaksananya itu kakaknya THL yang berinisial YA. YA hanya bertugas cari tenaga kerja, karena kebetulan YA bekerja di Matim. Karena kontraktor kakaknya YA tinggal di Ruteng. Itu makanya dia minta YA untuk cari tenaga kerja,” jelas Agus kepada VoxNtt.com di ruang kerjanya, Selasa (17/10/2017).

Sedangkan, terkait informasi adanya saluran irigasi yang menutupi kali itu hingga warga menjebolnya, Agus mengatakan sudah berkomunikasi dengan Dinas PU Matim.

Komunikasi tersebut kata dia, bertujuan agar Dinas PU berkoordinasi dengan pihak kontraktor untuk merombak kembali irigasi di Kali Wae Wase Nalo tersebut.

“Kontraktornya sudah komunikasikan itu ke dinas PU. Dinas PU juga tidak apa-apa. Itu kan kondisional. Sudah direncanakan dengan PU, tetapi akan dirombak setelah di PHO supaya tidak ada temuan dari tim PHO sesuai petunjuk konsultan perencanaa yang dimaksud,” kata Agus.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, titik irigasi yang sudah dijebol warga akan dikerjakan ulang kontraktor pelaksananya.

“Karena warga yang kasih jebol, kontraktor tinggal lanjut kerja saja. Yang penting bukan kontraktor yang kasih jebol. Karena kontraktor sudah komunikasikan akan rombak itu setelah proyek itu di PHO,” jelasnya.

Baca di sini sebelumnya!:  Proyek Irigasi yang Diduga Milik THL di Matim Dijebol Warga

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleTerkait Tiga Kasus Ini, Kades Manong-Rahong Utara Dilaporkan ke Jaksa
Next Article Demokrat dan PDIP: Pendaftaran Hari Terakhir Adalah Keberuntungan

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.