Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Proyek Drainase di Ros-Golodukal Diduga Dikerjakan Asal Jadi
Regional NTT

Proyek Drainase di Ros-Golodukal Diduga Dikerjakan Asal Jadi

By Redaksi20 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi drainase di Gang Ros 2, Kelurahan Golodukal, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai (Foto: Ano Parman/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Proyek pembangunan drainase di Gang Ros 2, Kelurahan Golodukal, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai diduga dikerjakan asal jadi.

Dugaan itu mencuat ketika  ditemukan lantai drainasenya tak dialasi susunan batu yang semestinya. Akibatnya, sebagian campuran yang disiram langsung menempel di atas tanah.

Seorang pekerja yang ditemui di lokasi mengaku bahwa seluruh lantai drainase itu dikerjakan dengan model seperti itu.

“Ia, tapi ada sedikit kerikilnya,” ujarnya kepada VoxNtt.com, Minggu (15/11/2017).

Secara terpisah, Gusti, warga di sekitar lokasi proyek tersebut mengaku kecewa dengan cara kerja seperti itu. Dia yakin usia drainase itu tidak akan bertahan lama.

“Saya yakin lantainya nanti cepat rusak. Makanya, saya minta orang dinas cek. Kalau memang tidak sesuai rencana, ya harus kerja ulang,” ujarnya kepada VoxNtt.com, Minggu (15/11/2017).

Dia pun mempertanyakan peran konsultan pengawas dalam proyek tersebut. Ada kesan bahwa proyek itu kurang diawasi dengan baik.

“Mestinya, konsultan pengawas itu selalu mengawasi agar kegiatan proyek berjalan sesuai dengan rencana,” tambahnya.

Selain itu, dia juga mempersoalkan tidak adanya papan informasi proyek. Padahal, barang tersebut sangat penting bagi masyarakat untuk ikut serta dalam mengawasi pelaksanan proyek.

“Papan informasi itu sangat penting karena di situ memuat hal-hal yang berkaitan dengan profil proyek, termasuk anggaran dan batas waktu pekerjaan. Karena itu tidak ada, masyarakat pasti tidak bisa awasi dengan baik,” tegasnya.

Sementara, hingga berita ini diturunkan, kontraktor dan konsultan pengawas belum bisa dikonfirmasi.

Kontributor: Ano Parman
Editor: Irvan

Manggarai
Previous ArticleLapor Akun Facebook, Aswan Ngada Dukung Langkah Petrus Dua
Next Article Pemkab Matim Anggarkan Rp 70 Miliar untuk Gaji THL

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.