Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»SAR Labuan Bajo Terus Lakukan Pencarian Korban Kapal Tenggelam
NTT NEWS

SAR Labuan Bajo Terus Lakukan Pencarian Korban Kapal Tenggelam

By Redaksi21 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tim SAR dan gabungan sedang melakukan pencarian di lokasi tenggelamnya Kapal Rajawali
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT-Tim SAR Labuan Bajo bersama TNI Angkatan Laut dan Syabandar Labuan Bajo terus melakukan pencarian terhadap korban atas tenggelamnya kapal motor Rajawali GT 04, di perairan Taman Nasional Komodo (TNK), Rabu (18/10/2017) lalu.

Hingga hari Sabtu, 21 Oktober 2017 merupakan hari keempat Tim SAR dan gabungan melakukan pencarian di lokasi tenggelamnya kapal itu.

Pada pencarian hari keempat ini, Tim SAR dan gabungan berhasil menemukan salah satu korban bernama Samsudin (30) pada Pukul 09.10 Wita.

Samsudin ditemukan di ujung Barat Pulau Langkoe dalam Kawasan TNK dengan keadaan masih hidup.

Usai ditemukan, Samsudin dilarikan ke Rumas Sakit Siloam Labuan Bajo untuk dirawat sementara.

“Kita sampai saat ini masih terus melakukan pencarian, sampai 5 korban lainnya ditemukan,’’ Ujar Kepala SAR Labuan Bajo, Edi kepada VoxNtt.com, Sabtu (21/10/2017) malam.

Dia mengatakan saat ini sejumlah korban lainnnya belum berhasil ditemukan.

Pihaknya terus menurukan anggota SAR dan tim gabungan untuk terus menyisir di lokasi tenggelamnya kapal penangkap ikan itu.

“Kita belum bisa pastikan jumlah korban yang belum ditemukan karena Tim SAR sampai saat ini belum pulang,’’ kata Edi.

Untuk diketahui, kapal  Rajawali  itu berasal dari Sape, NTB dan tenggelam di perairan Loh Belanda Labuan Bajo, tepatnya di Torong Langkoe, Rabu (18/10/2017) sore pukul 15.30 Wita.

Kapal itu berada di kawasan TNK diduga ingin menangkap ikan.

Penulis: Gerasimos Satria

Editor: Adrianus Aba

Manggarai Barat
Previous ArticleKondisi Tempat WC di Kantor Disdukcapil Matim Memprihatinkan
Next Article Jaksa Dinilai Lamban Tangani Kasus Raskin di Mabar

Related Posts

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026
Terkini

Kerajaan dan Keadilan yang Dibangun dalam Roh vs Yang Dibangun dalam Nafsu

19 Juli 2026

Pemkab Manggarai Pastikan Kesehatan Peserta MPA PMKRI

18 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Rakerprov KONI NTT Matangkan Persiapan PON 2028

18 Juli 2026

Bersama Senja: Antologi Puisi Cantikan Christiany Dapa

18 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.