Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Di Nagekeo, Ada 38 Orang Meninggal Akibat HIV-AIDS
KESEHATAN

Di Nagekeo, Ada 38 Orang Meninggal Akibat HIV-AIDS

By Redaksi22 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Hingga kini sebanyak 38 orang meninggal akibat penyakit HIV-AIDS di Kabupaten Nagekeo.

Total korban meninggal tersebut dari sebanyak 76 kasus HIV-AIDS.

“Peningkatan kasus tiga bulan terakhir cenderung meningkat siginifikan dari 62 kasus pada bulan Juli 2017 lalu,” kata Bupati Nagekeo, Elias Djo yang juga sebagai Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) kabupaten itu belum lama ini.

Djo mengatakan prosentase korban akibat HIV-AIDS yang meninggal sangat besar yakni 50 persen.

Menurut dia, hal itu disebabkan oleh dua hal yakni penemuan kasusnya oleh petugas sudah pada stadium akhir dan jangkauan pelayanan VCT sangat jauh seperti VCT Ende, VCT Maumere dan VCT Model Puskesmas Danga-Mbay.

“Dari 76 kasus yang ada kebanyakan diderita oleh warga kita yang umurnya masih produktif. Selain itu, terdapat juga penderita yang masih umur Balita dan anak-anak sebanyak enam kasus dan ibu rumah tangga sebanyak 12 kasus. HIV AIDS juga telah merambah ke kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak dua kasus, para sopir dan ojek dengan tujuh kasus,” ujarnya.

Djo menegaskan ancaman HIV-AIDS harus mendapatkan perhatian secara serius dan harus disikapi dengan langkah-langkah konkrit.

Ancaman HIV-AIDS di Kabupaten Nagekeo dipengaruhi dua hal.

Keduanya yakni dengan hadirnya kelompok beresiko tinggi terutama wanita pekerja seks ( WPS) langsung dari luar daerah yang tinggal di kos-kosan maupun tak langsung seperti di cafe-cafe yang ada di Kota Mbay dan Lengko Sambi.

Selain itu, hadirnya kelompok beresiko tinggi kaum waria di Kota Mbay yang sasarannya adalah anak-anak, siswa SMP, SMA dan juga bapak-bapak.

“Mereka berani membayar sasaran untuk memenuhi kebutuhan seks oral dan seks anal yang mengakibatkan terjadinya infeksi menular seksual (IMS) dan tidak menutup kemungkinan terjadinya HIV,” kata Djo.
Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous Article​Berbagi Pengalaman dengan Pemuda GKS Sumba, BKH Tekankan Integritas dan Intelektualitas
Next Article Security BNI Tewas di Ruang Sattahti Polres TTU

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.