Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Tidak Dapat Air PAM, Pemkab Matim Dinilai Anaktirikan Warga Bondo dan Sok
NTT NEWS

Tidak Dapat Air PAM, Pemkab Matim Dinilai Anaktirikan Warga Bondo dan Sok

By Redaksi23 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anak-anak berhenti sejenak setelah menimba air di Kali Wae Laku menggunakan jeriken (Foto: Nansianus Taris/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Warga kampung Sok dan Bondo, Desa Compang Ndejing dan Watu Mori, Kecamatan Rana Mese merasa dianaktirikan oleh Pemkab Matim lantaran tidak mendapatkan jatah air PAM.

Donatus Hur, warga Bondo Desa Watu Mori saat ditemui VoxNtt.com, Senin (22/10/2017) mengatakan sudah lama mereka merindukan air minum bersih milik BLUD SPAM Matim.

Mirisnya, pipa penyalur air melewati Kampung Bondo. Namun, warga tidak diberi jatah air PAM.

“Kami seperti anak tirinya Pemda Matim. Ko di Golo Mongkok warga dapat air PAM, kami di sini tidak. Padahal sama-sama di pinggir jalur yang dilalui pipa air milik BLUD SPAM. Ini kan kelihatan Aneh,” keluh Donatus.

Dia mengaku untuk kebutuhan sehari-sehari, warga Bondo terpaksa mengonsumsi air kali Wae Laku.

Belum lagi, kata Donatus, jika di Wae Laku ada pengerjaan proyek berarti air tidak layak dikonsumsi.

Warga terpaksa tetap mengonsumsi air itu lantaran tidak ada sumber air lagi di dekat Kampung Bondo.

Lokasi di Kali Wae Laku, tempat warga Sok dan Bondo menimba air (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT

“Setiap hari kami timba air di kali. Dan banyak pejabat Matim dan DPRD yang melihat keadaan kami. Tetapi, ko tidak kunjung diperhatikan. Kami ini masyarakat Matim ingin seperti yang lain konsumsi air bersih,” katanya.

Terpisah, Kasmir Mit warga Sok Desa Compang Ndejing menegaskan, Pemkab Matim seharusnya tidak boleh tebang pilih dalam melayani kebutuhan masyarakat.

Air minum milik BLUD SPAM Matim juga sangat dibutuhkan warga Sok.

“Di Golo Mongkok dapat air sementara Bondo dan Sok tidak diperhatikan. Kami dibiarkan minum air kali, mandi di kali dan cuci di kali yang airnya kotor. Kami manusia bukan hewan,” ujar Kasmir.

Karena itu dia meminta kepada Pemkab Matim melalui BLUD SPAM agar memasang meteran dan keran air PAM di dua kampung itu. Sebab sudah lama menderita warga pikul jeriken dan baskom untuk mengambil air dan cuci di kali Wae Laku.

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleRelawan Jokowi Center NTT Dideklarasikan
Next Article Seleksi Panwascam Nagekeo, 35 Orang Tidak Lolos Administrasi

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.